• Sulhan Menyapa Pengunjung

    "Sulhan Menyapa" Selamat Datang di Blog Saya. Ini adalah kunjungan Anda yang kesekian kalinya. Ini adalah suatu kehormatan bagi Saya jika Anda memanfaatkan blog saya ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas partisipasi Anda dalam menggunakan blog Saya ini. Terimakasih.

  • Sulhan Greet Visitors

    Welcome to My Blog. This is the umpteenth time you visit. It is an honor for me if you use my blog is the best way possible. Thank you for your participation in this I use a blog. Thank you.

  • Sulhan saludan a los visitantes

    Bienvenido a mi blog. Esta es la enésima vez que visita. Es un honor para mí si mi blog es la mejor manera posible. Gracias por su participación en este Puedo utilizar un blog. Gracias.

  • سول هان تحية الزوار

    مرحبا بكم في مدونتي. وهذه هي المرة الألف التي تقوم بزيارتها. إنه لشرف بالنسبة لي إذا كنت تستخدم بلدي بلوق هو أفضل وسيلة ممكنة. شكرا لمشاركتكم في هذا يمكنني استخدام بلوق. شكرا لك.

Showing posts with label aruspikir. Show all posts
Showing posts with label aruspikir. Show all posts

Meyadari : Syetan

Sejak awal dunia di cipatakan dan manusia diturunkan ke bumi, Allah memaksudkan untuk menguji (Qs. Al Mulk : 2). Segala tantangan, kesenangan, kesedihan, dan apapun yang ada dalam hidup adalah materi ujian. Tapi manusia acapkali lupa bahwa sesuatu yang ada didepannya itu adalah bentuk bentuk ujian. Manusia tidak waspada dan cenderung berpikir, memutuskan dan berbuat menurut apa kata nafsunya bagaimana enak dan gampangnya saja. Padahal, untuk bisa selamat dan berhasil mengerjakan ujian itu harus melewati jalan dan pemikiran yang sulit dan berliku - liku.

Antara lain, masalah kecintaan dan ingatan kepada keluarga yang sering kali melupakan dari ingatan dan cinta kepada allah. Seperti yang kita bahas di atas, bahwa ternyata manusia lebih banyak mengingat lain-lain di muka bumi ini dari pada Allah sebagai pencipta. Segala barang barang dan makhluk yang ada di duia ini di pasang dan dipajang adalah jebakan dan ujian. Tapi manusia merebut dan mencintainya sampai melupakan Sang Kholiq sebagai pemilik, pencipta sekaligus penguji. Selama ini menusia kebanyakan tidak ada yang merasa dan mengira bahwa anak anak dan istri- istri yang dicintai itu sesungguhnya adalah musuh dan materi ujian. Musuh dalam pengertian sebagai salah satu faktor yang harus diwaspadai dan disikapi dengan hati-hati.

Sangat mungkin dan sewaktu-waktu anak, istri dan harta bisa menjadikan manusia lupa kepada Allah. Lupa kepada kewajiban sebagai hamba yang harus mengabdi kepada Tuhan, karena sibuk menuruti kemauan dan kebutuhan anak istri. Kalau sampai hal ini yang terjadi maka sesungguhnya manusia sudah terkuasai dan terkalahkan musuhnya. Ingat ayat di atas (Qs. At Taubah : 24). Ketika manusia lebih banyak ingatan dan cintanya kepada lain- lain termasuk bapak, anak , istri, saudara, keluarga, harta hasil usaha perdagangan yang dikhawatirkan kebangkrutannya, tempat tinggal yang disenangi dari pada Allah dan Rasul-Nya, maka itulah ciri orang fasiq.


Lalu siapa kini yang tidak terlibat fasiq. Sudah pasti sedikit sekali manusia yang tidak lebih mencintai anak istri dan lain dari pada Allah. Manusia tidak sadar bahwa sebenarnya dipasangnya rasa cinta dalam hati adalah godaan dan butir ujian. Yang harus dilalui dalam perjalanan dengan selalu meminta petunjuk kepada Allah. Jangan senantiasa diturutkan apa saja yang menjadi kutikan hati.

Artinya: Hai orang orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istri dan anak anakmu, ada yang menjadi musuhmu 1) karena itu berhati-hatilah teradap mereka. Namun jika kamu maafkan, kamu santuni, dan kamu ampuni kesalahan mereka, maka Allah Maha Pengampun dan Panyayang. - Sesungguhnya cinta terhadap harta dan anak anakmu adalah cobaan belaka. Padahal disisi Allah ada pahala yang lebih besar dari itu. (Qs. 64 : 14-15)

1.Maksudnya, sewaktu waktu anak dan istri seseorang, dapat menjerumuskannya untuk melakukan usaha haram, serta perbuatan perbuatan yang tidak dibenarkan agama demi sayang anak.

Setidaknya saat ini, banyak yang belum sadar bahwa tumbuhnya rasa cinta dalam hati manusia kepada anak dan harta adalah faktor uji yang harus diselesaikan manusia. Jadi rasa itu hendaknya jangan dianggap sebagai hal yang biasa. Terkadang kecintaan kepada anak dan harta menjadikan seseorang - secara wajar - melupakan tugas utamanya sebagai hamba Allah yang harus mengabdi kepada Allah. Tuntutan kebutuhan (nafsu) diri dan keluarga, membuat seseorang sulit mengeluarkan harta demi kebutuhan bangsa dan agama. Padahal sebenarnya kewajiban mensejahterakan anak dan keluarga yang terutama adalah kesejahteraan di akherat. Dan harta yang manusia miliki, semestinya dipergunakan untuk menunjang hal itu. Dengan jalan didermakan kepada sesama yang membutuhkan, tapi kenyataan manusia terbalik dari yang seharusnya.

Kecintaan manusia teramat sangat kepada anak istri, sementara hartanya dicurahkan sepenuhnya untuk mengikuti rasa cinta itu. Sekali waktu timbul keinginan bersedekah, tapi karena istri minta dibelikan cincin, kalung atau perabot mewah, seseorang mengurungkan niatnya. Di lain kesempatan tergugah hati seseorang untuk menyantuni kaum papa, tiba-tiba si anak minta dibeikan mobil atau kesenangan lain, urung pula niat baik tersebut. Atau justru ketika ada kebutuhan bangsa dan agama yang mendesak, namun kecintaan seseorang terhadap hartanya, membuatnya berat untuk melepaskan demi kebutuhan bangsa dan agama itu. Padahal sesungguhnya untuk kepentingan itulah Allah menitipkan harta benda kepada manusia.

Manusia merasa bahwa hartanya yang akan membahagiakan dan melanggengkan mereka. Walaupun kenyataan yang mereka alami membuktikan sebaliknya. Harta membuat manusai dikejar-kejar waktu dan kesibukan, yang hanya berbuah kelelahan dan upah makan. Sementara di akhirat tersiksa karena kelalaian dan lupa menyantuni Allah. Dan inilah yang akan menjadikan manusia bersama anak, keluarga dan hartanya menemukan dirinya di akhirat dalam kerugian, tenggelam dalam penyesalan. Seperti rambu rambu dari Allah berikut :

Artinya: Hai orang orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anakmu sampai melalaikanmu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, itulah orang orang yang rugi. (Qs. 63 : 9)

Kerugian itu baru akan mereka sadari saat berada di alam kubur dan hari akhirat. Kesadaran yang tidak ada gunanya, tidak ada pengaruhnya terhadap fonis siksa yang sudah menanti. Padahal saat di dunia mereka merasa hartanya merupakan sumber kebehagiaan dan jaminan keamanan dari kondisi apapun. Sehingga nafsu untuk mencari, menambah dan mengumpulkan harta sebanyak dan sebisa mungkin terus di lakukan. Manusia lupa bahwa sebentar lagi akan masuk kubur, manusia lupa bahwa hidup di sana juga butuh persiapan.

Baca Selengkapnya ....

Menyadari Dosa Pribadimu

Seandainya kita mampu meneliti dan menelusuri secara cermat tingkah laku dan perbuatan kita selama hidup, kemudian dicocokkan dengan dasar dasar agama dengan sungguh-sunguh, kemungkinan besar kita akan mendapati diri dalam genangan dosa. Dosa-dosa tersebut bisa jadi timbul dari kesalahan berinteraksi. Itu nampak dari interaksi kepada sesamanya, kepada binatang, alam, maupun dosa kepada Allah (Tuhan Yang Maha Esa). Dengan cermin dan penelusuran ayat-ayat di atas misalnya, sudah bisa dilihat seberapa banyak dosa yang menumpuk di pundak manusia dalam setiap harinya. Saat duduk, berbaring, berjalan dan aktifitas apapun tidak ingat Allah merupakan dosa. Tidak mempedulikan kepentingan bangsa dan agama yang membutuhkan, termasuk dosa, dan bahkan tergolong manusia yang tidak memiliki kebenaran. Dalam setiap keluar masuknya nafas, manusia lalai mensyukuri nikmat yang diberikan Allah baik nikmat jasmani maupun nikmat rohani, juga merupakan dosa dan kedurhakaan yang diancam siksa.

Hal itu memberi kejelasan kepada kita bahwa setiap hari, setiap saat manusia tidak bisa terhindar dari dosa. Ini sebuah kewajaran dan sebuah keniscayaan, dalam kapasitasnya yang dloif. Harus ada proses penyadaran dan pertaubatan sebelum ajal menjemput, selama masih ada kesempatan taubat dan perbaikan. Sebab
jika mau meneliti dan mengakui secara jujur, sebenarnya kewajaran tersentuh dosa itu berlaku pula atas orang-orang terpandang senior agama, cendekiawan, konglomerat sampai kaum awam. Jangan hendaknya berpikir dan berprilaku seperti kebiasaan manusia sejak zaman Adam hingga masa sekarang yang tidak mau menyadari bila diri terlibat dosa dan sesat, karena merasa sudah baik dan benar. Sebab para Rasul terdahulu tidak malu mengakui dosa dan kehilafan dirinya. Antara lain pertaubatan Rasul Adam as, (rasul sekaligus bibit unggul manusia) yang secara terbuka menyadari dirinya dholim seperti dikisahkan dalam Al Quran :

قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (الاعراف : 23 )
Artinya: Keduanya berkata : Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Bila Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang orang yang merugi (Qs. 7 : 23).

Demikian pula Rasul Yunus as. yang menyesali dan meminta ampun kepada Allah atas kedhaliman dirinya dikarenakan tidak sabar dan meninggalkan ummatnya dalam keadaan marah. Penyesalan dan pengakuan dhalim itu diabadikan dalam Al Quran :

وَذَالنَّوْنِ اِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ تَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِى الظُّلُمَاتِ اَنْ لآَّ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ ( الانبياء : 87 )
Artinya: Lalu ingat pula kisah Dhunnun ketika ia pergi dengan mendongkol meninggalkan kaumnya. Dia mengira bahwa kami tiak mampu mempersulit keadaannya. Lalu dia mendoa dalam tiga rangkaian kegelapan bahwa : Tidak ada Tuhan selain Engkau : Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku terlibat orang dhalim. (Qs. 21 : 87)

Demikian pula pengakuan dhalim Rasul Musa as. (ulil azmi) disebabkan pukulannya yang mengakibatkan kematian seorang bangsa Mesir. Beliau merasa dosa dan dhalim karena memukul orang dengan nafsu marah dan membela kaumnya sendiri yang belum tentu berada di fihak yang benar. Namun karena termasuk jiwa yang maksum (terjaga) maka segera diingatkan Allah akan kesalahannya dan menyadari.
قَالَ رَبِّ اِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَغَفَرَلَهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمِ (القصص : 16 )
Artinya: Musa mendoa : Ya tuhanku ! bahwasannya aku telah berlaku aniaya terhadap diriku sendiri, karena itu ampunilah aku. Lalu Tuhan mengampuninya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Penyayang, (Qs.28 : 16)

Selanjutnya Rasul Muhammad saw. yang merupakan pendekar kebenaran sedunia, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setiap hari tidak kurang dari tujuh puluh kali sowan kepada Allah untuk meminta ampun. Para Rasul yang sedemikian tinggi derajatnya di sisi Allah, tidak malu mengakui dirinya berdosa, dhalim dan khilaf. Mereka merupakan contoh dan teladan bagi ummatnya sampai akhir zaman nanti. Namun anehnya umat sekarang tidak ada yang merasa berdosa dalam setiap harinya. Apalagi yang terpandang alim dan tokoh agama, lebih sukar baginya untuk menyadari adanya dosa dalam dirinya. Karena tidak merasa berdosa, sehingga kehendak hati untuk meminta ampun juga tidak ada. Padahal Allah menyeru kepada hamba-Nya agar berlomba dan bersegera dalam mencari dan mendapatkan ampunan dari Allah (Lihat Qs. Ali Imran : 133). Hal ini disebabkan Allah Maha Mengetahui bahwa dengan bertambahnya dosa manusia tiap saat, jika tidak di taubati dengan segera dan cepat cepat, dikhawatirkan akan tersusul (didahului) kematian yang datang dengan tiba tiba.

Kalau para Rasul saja tidak malu menyadari bila tersentuh dosa dan dhalim, lalu mengapa umat sekarang congkak dan selalu merasa baik ?. Mungkinkah perilaku dan kondisi umat dan para ulama, tokoh agama, cendekiawan sekarang lebih baik dan lebih suci dari para Nabi-Rasul itu ? Sebaliknya, ummat yang demikian adalah umat yang dibiarkan Allah. Sedangkan para Rasul itu selalu mendapatkan penjagaan dari Allah (ma’sum). Sehingga begitu tersentuh dosa langsung diperingatkan, tidak sampai berlarut-larut dalam kesalahan.

Untuk itu mari meninggalkan ego dan sikap gila hormat serta segera meneliti dosa dan kedhaliman diri, menyadari kemudian menaubatinya, sebelum ajal menjemput. Sebab demikian itulah ciri manusia dewasa dan beriman, menyadari dosa sebelum datangnya pati. Jangan sampai bernasib seperti orang bodoh, kaum kafir yang menyadari dosa setelah ajal menjemput, setelah berada di alam kubur. Karena tidak ada gunanya kecuali vonis siksa.
sumber : pesan dari fb aku

Baca Selengkapnya ....

Providing Goods in Love


Is a true human characteristics and humans are guided is courageous and able to give a loved goods. Not quite limited recognition and pledges on the lips that he was good and right. Not enough with ritual worship. More than that must be proved by the willingness and courage to give up something he loves to others. Sacrificed for the orphans, the poor, travelers and beggars. Countless poor and orphans and abandoned beggar around us. Thus the fact there are many opportunities that we can make way to the real truth. Yet few of us who are willing and able to take these opportunities. It is possible it happened, because of ignorance (uncertainty) they will reward that will come heaven.

"It is not one of those virtues confront face to the east and west, but who belonged to virtue is, faith in Allah, the Hereafter, angels, books, prophets, fortune assistance to relatives who loved children orphans, the poor, the displaced people on the road, begging, and the freed slave. Doing prayers, practice regular charity, keep a promise he had done, patient suffering from poverty and misery, especially when a war. That the people who really beliefs , and that's precisely the people who taqwa to Allah.


"You shall not come to the perfect service before you spend most of that which ye love. And whatever ye spend, Allah knows'." (In Alquran 3: 92)

Standard of virtue for many people to understand, often confined to the vertical worship. Prayer, fasting, pilgrimage is considered enough to reach heaven. And the new business is one of the steps to the good. Verse provides limits, that do not belong to the right people, so spend a beloved treasure. Generally, if someone gives something to others taken from the items already afkir, unused or not needed. Was to achieve degrees in Allah, a person must be able to subdue his heart ready to give his beloved stuff, the best for him to others in need. By that standard, we need not ashamed to admit that among us is very rare person able to implement it. Except the people who get direct guidance and strength from God.

"And Allah bertaqwalah all abilities; listen and obey and spend a good fortune for you. And whosoever is maintained by her stinginess 1). That they are lucky". ( In Alquran 64: 16)

1. That is, who can scrape out a miserly character in him.

Willingness and sincerity of property for the nation and religion, based on a sense of taqwa and love of God. Full capacity in the above verse implies to the maximum extent possible to help the poor, even to give a loved one. When we have been able to break down the door to hand over the heart mind a beloved items, it gradually miserly qualities will erode. This is one of the benefits of giving orders cherished items to others. On a different dimension, the ability to also generate sincerity in charity. There is no other intentions and expectations except Ridlo God. They feel that what they spend it they will get closer to Allah and gain blessing apostles. In line with that found in Surat. ( In Alquran 9: 99)

Thousands of displaced children for life by various socio-economic. Among them were scattered into beggars and vagabonds. There were also scattered in the streets as buskers and hawkers. Partly accommodated in orphanages. They all need a helping of love and attention. Therefore, if the prayers and worship of this congregation to the Lord, certainly did not sleep well and eat well in their stately homes. Wrath of God is very much against people who claim God's servants, but deaf to cries of poor people. For crying moans of the poor, in fact, is "a cry of God". Our courage to love who we love others as ourselves, is one measure of faith. Anas ra. that the Prophet. said:
"Not one of you believe that love his brother (fellow human beings) like what is loved for himself". (Muttafaq alaih)

That means there is no faith in our hearts before we can love ourselves like we love ourselves. Our faith is still doubtful if it turns out the only daily personal needs and the priority we think, are the needs of orphans, the needy, religious struggle does not occur.

Let us realize fully that the property belonged to God, so that any time the Owner through religion and the nation needs, not a speck of keberatanpun submit it again. Includes not hesitate to give food that is loved and sympathize orphans, destitute, displaced persons and ardzalun group of other people. They will get the blessing of the Apostles it. Because we know that the love of the poor is morality and the Sunnah of the Prophet.

"And they give food to the people who loved the poor, orphans and children prisoners. (In Alquran 76: 8)

Not difficult for us to find them, anywhere, anytime, if there is intention to charity. Even up to our property habispun, guaranteed there are still many poor people who need disantuni. But, many of our brothers who claim to believe in religion and a blind eye to the suffering of the people and was busy with personal affairs respectively. Then how about us sudahkah we implement these orders? When presented in front of us a delicious meal, we remember the orphans, the needy and other difficult people?
Source : my message from facebook

Baca Selengkapnya ....

The End of Second Nature as a Whole Sadness

That morning, though the sky had begun to
yellow, desert reluctant burung2 flaps its wings.
That morning, the Messenger with Voice is limited to
sermon, "O my ummah, we are all in
power of God and His love. So stick to them and
bertaqwalah Him.

Leave to the two things to you;
Al-Quran and My Sunnah (Muhammad SAW).

He who loves
My Sunnah (Muhammad SAW), means to love me and who later Oran
who loves me, will enter into heaven
same with me. "


Short sermon ends with
Messenger eyes calm and full of interest
looked at his friend one by one.
Abu Bakr's eyes with tears,

'Umar chest heaving breath and crying. Utsman
breath and Ali dropped
head deeply. Signal has arrived,
the time has come.
"Rasullullah will leave us all," complained the hearts of all dear friends that time .Human time,
almost finished fulfill its mission in the world. The signs were the stronger, when Ali and the energetic catch Fadhal
Prophet is in a state of weak and shaky when
down from the pulpit.

At that time, if able, the entire
friends who were present there would be held
the seconds that pass. The sun was so high, but
Prophet's door still closed.

Are inside, the Prophet was lying weakly with
sweaty forehead and moistened palm midrib
which became the base bed.

Suddenly, from outside the door was a man who shouted greetings. "May I come in?"
he asked. But Fatimah did not let him enter,
"Forgive, my father had a fever." Fatimah said that
turned around and closed the door.

Then he returned with his father who was
had opened his eyes and asked Fatimah,
"Who is it, O my son?" "I do not know my father,
people just seem to see it once. "said
Fatima soft.

Then, Rasulullah looked at his daughter's
with a thrilling sight. As if
a portion for his son's portion to
remembered.

"You know, he who abolished
temporary pleasure, he who separates the
in the world. He is malakul death. "Messenger said.
Fatimah was holding blow up crying.

Angel of death came over, but the Messenger of Allah asked why Jibril did not come together with him. then
Gabriel call previously been prepared ready
in the sky to welcome the spirit world and the beloved of Allah
the prince of this world.

"Gabriel, explain what would my rights before God?"
Asked the Prophet with a very weak voice. "
The doors of heaven have been opened, the angels have
waiting for your soul.

All of heaven open wide waiting for you. "Jibril said. But that did not make the Messenger of relief, his eyes still full of anxiety." You're not happy to hear
this? "Jinril asked again.

"Khabarkan to me how
the future fate of my people? "" Do not panic, O
Messenger, I have heard Allah says
me: "ku haramkan heaven for whom only,
unless the people of Muhammad had been in it, "said
Gabriel.

Seconds closer, it's time to Azrael
task. Messenger spirit slowly withdrawn. Visible throughout
Prophet's body covered with sweat, his neck veins
tightened.

"Jibril, how pain breathe this death."
Rasulullah uttered a groan slowly. Fatimah closed, Ali
that beside down deeper and Gabriel
memalingkn face.

"Jijikkah you see me, until you
palingkn face Gabriel? "Ask Allah to
Introduction to angel's revelation. "Who is able,
see death snatched away the beloved of Allah, "said Gabriel.
A moment later, heard the Messenger cried out,

kerana intolerable pain again. "O God,
nian of this terrible death, inflicting it all seksa death
This to me, not to my people. "

Body Prophet started cold, feet and chest is not moving anymore. Her lips trembled as if to whisper
something, Ali immediately put his ear. "
Uushiikum bus shalati, wa maa malakat aimanukum "--
"Keep praying, and save weak people
of you. "

Outside the door there were cries shouted,
cuddling each other friends. Fatimah closed hand
Ali returned diwajahnya and put his ear to the
Messenger lips which became bluish. "Ummatii,
ummatii, ummatii "-" my people, my people, my people ".

And ended the life of a noble human being who
giving light of it.

Source: Mailing List

@ Admin ...
Now, Could we love like?
To love with all my soul to continue their struggle, following the Sunnah, imitating the pattern of his life is very, very simple reply when he was rich.

He guaranteed his salvation by God is so great, when facing death, then we bagmn kita.Apa efforts slanjutnya? Let's help each other to strengthen themselves, strengthen the people of true-to line harapa prophet.

Allahumma sholi 'ala Muhammad wa wa salim baarik' alaihim ..
how his love of Allah to us. Submit
to the friends of other Muslims to come
awareness for the love of God and the Apostles, such as
God loves us and Apostles. Because,
other than the fact that only a mere mortal ....
Source:http://www.facebook.com/home.php?#!/?page=1&sk=messages&tid=1216250567393

Baca Selengkapnya ....

Inside Of Al Quran

Al-Quran is the holy book of Islamic religion for all Muslims around the world from the beginning down to the final time in the world of the human species either on earth or in space due to large end.

In the letters and verses of the Qur'an content contained in general we can share a few basic things or something and its meaning or definition of the meaning of each content essence, is as follows:

1. Aqidah / Perfume
Aqidah is the science which teaches people about the trust must be owned by every person in the world. The Qur'an teaches us the creed of monotheism to instill confidence in the Almighty God that one who never slept and did not reproduce. Believe in God Almighty is one point of the first pillars of faith. People who do not believe the pillars of faith called infidels.

2. Worship
Worship is obedience, submission, join, or according to terms of language. From the notion of "jurists" are all forms of religious observance, or run to get ridho dkerjakan from Allah SWT. Form the basis of worship in Islam ie religion as stated in the five-point rukum Islam. Saying two kalimah creed, praying five times a day, pay zakat, fasting in the holy month of ramadan and worship went for Hajj has been able to run it.


3. Akhlaq / Morals
Morals are owned by the behavior of human beings, whether moral or akhlakul admirable and despicable Karimah or akhlakul madzmumah. Allah sent Prophet Muhammad Koran is not other than is to improve morality. Every man must follow what is instructed and away from its ban.

4. Laws
Existing law in the Qur'an is to provide a messenger or a command to believers to try and give legal sentencing on fellow human beings who proved guilty. Law in Islam based on the Quran there are several types or kinds like jinayat, mu'amalat, munakahat, faraidh and jihad.

5. Warning Tadzkir
Tadzkir or warning is something that gives a warning to mankind of the threat of punishment of Allah or waa'id hell. Tadzkir can also be good news for people who believe in Him in return for a favor or waa'ad jannah paradise. In addition there is also a pleasant picture in the Qur'an or called reverse targhib and frightening gambarang other terms Tarhib.

6. History-History or Story-Story
History or story is a story about people who get the best previous result of abiding glory to God and there is also a result of corruption or disbelieve disobedient to Allah SWT. In conducting everyday life we should take a lesson well from past history or with other terms ikibar.

7. Encouragement To Think
In the al-qur'an many verses that reviewing a discussion that requires thinking Man to get the benefits and also prove the truth, especially about the universe.

Source: http://www.facebook.com/home.php?#!/?page=2&sk=messages&tid=1122726287280

Baca Selengkapnya ....

Ungkap: Lebah Madu



Almost everyone knows that honey is an important food source for the human body, but very few people who realize the properties of exceptional penghasilnya, namely honey bees.

"Make the nests in the hills, on trees, and in places where human artificial," and then eat of every (kind) of fruit and follow the path of your Lord who has made easy (for you). From inside them comes a drink (honey) of varying colors, containing healing for mankind. Verily in this is really a sign (the greatness of God) for those who think. "


As we know, the source of bee food is nectar, which is not found in the winter. Hence, bees mix the nectar they gather in the summer with a special fluid that issued their bodies. This mixture produces a new nutritious substances, namely co-and save it for next winter.

It is interesting to noted that the bees store honey so much more than they actually need. The first question that comes to mind is: why the bees do not stop this overproduction, which seems a waste of time and energy? The answer to this question is hidden in the word "revelation" that has been given to the bees, as mentioned in this paragraph.

Bees produce honey not for themselves, but also for humans. Like other creatures in nature, bees are also dedicated himself to serve mankind; the same as the egg-laying chickens at least an every day despite not need it and cows that produce milk far exceeds the needs of her children.
Source: http://www.menyingkaprahasiaalamsemesta.com/2.1.htm #

Baca Selengkapnya ....

Setan: Tanam Aset Putus Asa


Setan selalu berhasrat untuk menanamkan perasaan tidak aman, putus asa akan masa depan dan pandangan pesimis terhadap peristiwa dalam diri orang-orang yang dianggap sebagai teman oleh setan. Dia tidak ingin manusia memiliki keyakinan, taat kepada Allah, menyerahkan diri kepada takdir atau menjadi manusia yang mempercayakan semuanya kepada Allah dan menjadi manusia yang optimis dan dipenuhi semangat. Karena semua itu merupakan hal-hal yang disukai Allah dan membuat manusia lebih dekat pada-Nya, dan itulah yang penting bila seseorang hidup dengan nilai-nilai moral agama. Setan tidak menginginkan manusia lebih dekat dengan Allah atau hidup dengan agama Allah secara antusias dan mengikuti aturan yang ditetapkan Allah. Oleh karena itu, setan selalu berusaha menanamkan perasaan lelah, pesimis, dan putus asa dalam diri manusia dengan menguatkan rasa keputusasaan

Salah satu hal yang diinginkan Setan agar orang-orang yang beriman mau melakukan, tetapi tidak dapat dilakukan oleh Setan adalah membuat mereka jatuh dalam keputusasaan dalam menghadapi keadaan yang tidak diinginkan. Setan tidak berdaya menghadapi orang-orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan tidak dapat menjerumuskan mereka pada keputusasaan ini. Optimisme adalah perintah Allah yang secara jelas diungkapkan dalam Al Quran. Sehingga tidak ada keraguan bagi orang-orang yang beriman berperilaku dengan cara lain berkenaan masalah tersebut. Karena dalam ayat tersebut, Allah mengatakan pada orang-orang yang beriman, “…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Surat Yusuf, ayat 87) Oleh karena itu, orang-orang yang beriman dapat menghindari terjerumus ke dalam pikiran seperti itu.

Pesimis juga dikutuk di beberapa ayat dalam Al Quran dan digambarkan sebagai ciri-ciri negatif pendusta. Kita diberitahu dalam ayat tersebut bahwa:

Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: "Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya". Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras. (Surat Fussilat, ayat 49-50)

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih. (Surat Al-Ankabut, ayat 23)

Orang-orang yang jatuh ke dalam keputusasaan dan kedurhakaan telah jatuh ke dalam perangkap setan dan mematuhi perintahnya. Tetapi orang-orang yang beriman, yang senantiasa optimis dan memandang masa depan penuh harapan akan mendapatkan persetujuan dan pahala dari Allah di akhirat kelak, serta hidup sehat dan bahagia di dunia sebagai rahmat dari Allah. Karena mereka optimis dalam semua keadaan, berpegang teguh pada Al Quran dan merupakan teman dekat Allah, setan tidak akan mampu menipu mereka dan menimbulkan rasa putus asa kepada mereka. Karena ini merupakan masalah penting yang membangun esensi nilai moral agama, orang-orang yang beriman sangat berhati-hati berkenaan dengan ini, sebagaimana dalam semua masalah yang berkenaan dengan Al Quran lainnya.

Aspek lain yang menjadi subjek adalah bahwa setan yang segan terhadap siapa saja yang hidup dengan agama Allah, selalu menginginkan manusia untuk melakukan gaya hidup tidak beragama, di mana model pesimisme merupakan salah satu komponennya. Begitu banyaknya sehingga dalam beberapa lingkungan masyarakat, pesimisme benar-benar menjadi filosofi kehidupan. Manusia yang dipengaruhi setan mengekspresikan rasa pesimis dalam lagu, film dan tulisan yang berisi pesimisme dan keputusasaan.

Kini pesimisme tidak sesuai dengan nalar manusia, pikiran logis, dan kekuatan untuk mengambil keputusan yang sehat. Pesimisme merusak kesehatan mental dan fisik dan merupakan kekacauan psikologis yang bahkan bisa mengarah pada bunuh diri, tergantung pada keparahan rasa pesimis yang diderita. Tentu saja, setan tidak dapat mengharapkan manusia hidup menurut nilai-nilai moral Al Quran. Dan ini benar-benar sesuai dengan tujuan setan. Karena dengan cara ini dia memimpin orang-orang yang tersesat dari nilai-nilai moral agama sedemikian rupa sehingga mereka tidak punya harapan akan Akhirat, dan mengutuk mereka dalam penderitaan kekal bersamanya. Hal ini telah menjadi tujuan terbesar setan perjalanan kehidupan manusia.

Seseorang yang berputus asa juga menyebarkan pesimisme dan perasaan negative ke orang-orang di sekelilingnya. Dengan sikap ini, secara harfiah, dia bertindak sebagai pembantu setan. Karena, melalui dirinya setan lebih giat menanamkan pikiran semacam itu kepada manusia. Dengan mengadopsi sikap seperti itu, seseorang, secara sukarela atau tidak, telah membantu melayani setan. Namun manusia diciptakan untuk melayani Allah dan agama-Nya, bukan setan.
Sumber: http://us2.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/21323/SETAN_SELALU_BERKEINGINAN_MENANAMKAN_KEPUTUSASAAN_DI_DALAM_DIRI_MANUSIA

Baca Selengkapnya ....

My Name Is Khan


Rizwan Khan, seorang Muslim dari bagian Borivali Mumbai, menderita dari Asperger's syndrome, bentuk autisme berfungsi tinggi yang mempersulit sosialisasi. Rizwan dewasa kawin dengan seorang Hindu ibu tunggal, Mandira, di San Francisco. Setelah 9 / 11, Rizwan yang ditahan oleh pihak berwenang di LAX yang keliru dengan cacat perilaku yang mencurigakan. Setelah penangkapannya, ia bertemu dengan Radha, seorang terapis yang membantunya mengatasi situasi dan penderitaan. Rizwan kemudian mulai perjalanan untuk bertemu Presiden AS Obama untuk membersihkan namanya. Ditulis oleh Auntie A

Rizwan Khan (Tanay Chheda) adalah anak Muslim yang tumbuh dengan saudaranya Zakir dan ibunya (Zarina Wahab) dalam sebuah keluarga kelas menengah di bagian Borivali Mumbai. Rizwan berbeda dari anak-anak lain dan tak seorang pun, termasuk ibunya, dapat memahami mengapa. Namun, ia memiliki karunia tertentu, khususnya kemampuan khusus apapun untuk memperbaiki mesin yang rusak. Perbedaan-Nya mengarah kepada pengajaran khusus dari seorang penyendiri sarjana dan perhatian ekstra dari ibunya. Perhatian ini, bagaimanapun, mengarah ke tingkat tinggi kecemburuan dari saudaranya Zakir, yang akhirnya meninggalkan keluarganya untuk hidup di Amerika Serikat.

Meskipun kebencian ini, sebagai orang dewasa Zakir (Jimmy Shergill) sponsor Rizwan (Shahrukh Khan) untuk datang dan tinggal bersamanya di San Fransisco. Ini adalah saat ini bahwa Zakir's psikolog istri, Haseena (Sonya Jehan) Rizwan diagnosa sebagai memiliki Asperger's syndrome, gangguan yang membuatnya sulit bagi orang untuk berinteraksi sosial. Rizwan juga mulai bekerja untuk Zakir sebagai penjual jamu dan dalam proses ia bertemu seorang perempuan Hindu, Mandira dan putranya yang masih muda, Sameer atau Sam (Yuvaan Makaar), dari pernikahan sebelumnya. Meskipun Zakir's permusuhan terhadap pertandingan, mereka menikah dan menetap di kota fiksi Banville, di mana kedua Mandira dan Samir mengambil Rizwan nama terakhir sebagai milik mereka. Mereka juga hidup di sebelah keluarga Garrick. Sam dekat dengan anak muda mereka, Reese (Kenton Tugas Pokok dan Michael Arnold) sedangkan Markus (Dominic Renda) adalah seorang wartawan dan Sarah (Katie A. Keane) adalah teman Mandira.

The Khan 'eksistensi sempurna akan terganggu Namun, setelah serangan 11 September di menara kembar di New York City. Mark pergi untuk meliput perang di Afghanistan dan meninggal di sana. Pada saat yang sama, keluarga Khan mulai mengalami prasangka 9-11 posting dalam komunitas mereka dan Reese mulai berbalik melawan Sam juga. Suatu siang, sebuah pertengkaran antara mereka berubah menjadi sekolah termotivasi ras pertarungan antara Sam dan sejumlah siswa yang lebih tua. Reese mencoba untuk menghentikan perkelahian namun diselenggarakan kembali dan Sam terluka begitu parah sehingga ia mati. Sebuah hancur Mandira Rizvan menyalahkan atas kematiannya yang menyatakan bahwa Sam "mati hanya karena namanya adalah Khan." Dia kemudian menceritakan Rizwan bahwa ia tidak lagi ingin dia dalam hidupnya. Ketika dia bertanya padanya apa yang dia harus lakukan untuk menjadi bagian dari hidupnya, ia mengatakan bahwa ia harus memberitahu orang-orang di Amerika Serikat, dan Presiden yang namanya Khan dan bahwa ia bukanlah seorang teroris.

Rizvan dengan demikian menetapkan suatu perjalanan yang membawanya dari satu negara bagian AS lain (termasuk Georgia, di mana dia berteman dengan Mama Jenny) untuk pertama kali bertemu dengan Presiden George W. Bush dan kemudian Barack Obama. Selama perjalanan ini, ia ditahan dan kemudian dibebaskan dari Bandara San Francisco. Kemudian, di Los Angeles, ia berdoa di Masjid dan kekerasan sengaja mendengar retorika dari Faisal Rahman (Arif Zakaria). Dia melaporkan hal ini kepada FBI, namun tidak ada respon pada saat itu. Kemudian, ketika menunggu di tengah orang banyak untuk bertemu dengan Presiden Bush dan mengulangi lagi dan lagi, "nama saya Khan dan aku bukan seorang teroris," Rizwan ditangkap dan ditempatkan dalam penjara oleh polisi yang salah menafsirkan pernyataannya.

Sementara dalam penjara ia disiksa sebagai tersangka teroris dan memenuhi psikiater Radha (Sheetal Menon) yang percaya bahwa dia tidak bersalah. Dia kemudian dibebaskan setelah kampanye media oleh dua mahasiswa India wartawan Raj (Arjun Mathur) dan Komal (Sugandha Garg) dan Bobby Ahuja (Parvin Dabas) membuktikan dia tidak bersalah oleh upayanya untuk menggali informasi FBI tentang Faisal Rahman. Setelah dibebaskan, ia kembali ke badai-menghantam Georgia untuk membantu Mama Jenny dan putranya. Usahanya menarik perhatian media dan banyak Muslim datang untuk membantu juga. Pada saat yang sama, Reese mengaku Mandira dan mengungkapkan identitas anak laki-laki yang memukuli Sam. Dia memberitahu Detektif Garcia (Benny Nieves) yang telah membantu dirinya dalam kasus ini.

Setelah mereka dibawa ke pengadilan, dia bergabung Rizwan di Georgia. Pada saat dia tiba, Rizwan adalah ditikam oleh seorang pengikut Faisal Rahman dan dilarikan ke rumah sakit. Dengan bantuan Mandira, ia selamat dan bertemu Presiden terpilih Barack Obama (Christopher B. Duncan) yang mengatakan kepadanya: "Namamu Khan dan Anda bukan teroris."
Contribute a better translation
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/My_Name_Is_Khan

Baca Selengkapnya ....

Ilmu yang Terlupa?

Faraid. Sebuah ilmu yang sedikit masyarakat yang mengenalnya. Terdapat rukun-rukun faraid, pembagian harta yang rumit, bagian-bagiannya harta, banyak bahasa yang dipakai dan yang lebih memprihatinkan lagi jarang orang mengetahhui makna dan fungsinya, padahal itu sangat penting bagi kita umat islam. Ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris berdasarkan syariat Islam dan itulah lmu faraid. Mungkin, Anda sendiri belum mengetahui apa itu faraid. Sulit dipercaya, orang-orang dizaman ini banyak yang menggunakan sistem bagi rata dalam pembagian harta warisan mereka.

Padahal Rasulullah pernah bersabda, "Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah kepada orang-orang, karena aku adalah orang yang akan direnggut (wafat), sedang ilmu itu akan diangkat dan fitnah akan tampak, sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan, mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup meleraikan (menyelesaikan perselisihan pembagian hak waris) mereka." (HR Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim). Sekarang mari kita berpikir kembali. Kita adalah umat islam. Dan apa itu islam? Bahwa kita bersaksi bahwa Allah SWT adalah Tuhan kita dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT. Jika kita adalah orang yang ingin mengikuti jejak Rasulullah maka alangkah baiknya kita mengamalkan sunnah-sunnahnya, dan salah satunya adalah ilmu faraid ini.

Baca Selengkapnya ....

The Best Moon

Ramadhan, bulan yang disucikan dan penuh akan berkah daidalanya. Rasa bahagia dan gembira untuk menyambutnya, itu pun bagi orang yang tahu. Untung aja, Allah menjanjikan siapa saja yang melewati Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya akan dijamin menjadi orang yang selamat dunia akhirat, nah kalo tidak??
Aman ya jika kita pake perhiasan dari berlian?? (e, malah dipercaya bawa keberuntungan) Juga pakaian serba mewahnya menggantung di badan?? Mau ditaruh dimana otak kita. Emang ada ya, umat islam yang mati pake pakaian mewah?? Cuma beberapa meter kain putih saja yang bakal mwereka bawa nanti saat menjelang mati, sajalah.

Umpamannya ni, aggap sajalah kita ini menjelma sebagai ulat bulu, yang menjijikan. Berevolusi menjadi kupu-kupu yang sangat indah. Nabi besar kita saja dapat kitab suci di bulan ini. Terus, peperangan umat Islam juga dimenangkan dalam bulan ini. Manusia emang udah diberi akal sih, tapi kok ga ngerasa bodoh dan rugi ya kalo ngelewatin bulan ini.
Emang 10 hari terakhir kita dianjurkan i’tikaf, mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Kenyataannya?? Bukan berkumandang takbir di masjid2-masjid malah sibuk ke pasar, beli baju buat lebaran, sibuk nyiapin makanan lagi. Beginikah seharusnya umat Islam itu??

Baca Selengkapnya ....

The Tau Diri of People

Kamu tahu ga, berdagang itu hukumnya apa?? 99% pasti jawabnya halal, dengan syarat2nya juga lah...sisanya haram karena tidak memenuhi syarat.
Ni pernah terjadi. Pagi2 q dan ibuku nyiapin toko buat nanti klo2 ada pembeli. Tiba2 ada 4 orang langsung nyamperin toko q ini... “Alhamdulillah”, kata hatiku. Lhe, ternyata waktu beli ini itu, bahan makanan segala macam kosmetik make up, malah ghibah.
GUBRAK! Ghibah aja kagak tau?? Ghibah=ngeGosip(nambah kosakata baru nih) hehe... Ngomongin ini itu segala macam diomongin, bikin telinga nangis aja... dapat infonya, dapat pula dosanya.

Belum lagi ditambah omongan yang bisa dikatakan keceplosan. Nikmat juga sih ngomongin orang (yang nulis juga pernah ngalamin) tapi dampaknya gedhe banget (untung yang nulis juga udah minta maaf), mulai dari deskriminasi sosial, pahalanya diambil, saling bermusuhan lagi. Ingatkan dengan kata2 “ Lidah itu bisa lebih tajam dari pedang”, itu agar kita bisa ngeJaga ucapan kita kpd orang2.
Belum lagi pakaian yang dikenakan oleh pembeli. Udah mbuka aurat, pakaiannya ketat2, tingkah laku seperti laki2. Huh, kapan ya kiamatnya?? Untung Alhamdulillah. Kan kata guruku (dalam pelajaran agamanya) kan ada 8 bolongan yang boleh bertatap muka secara langsung, nah salah satunya adalah waktu jualbeli (gmana mau jual beli, klo kaga liat si pembelinya. “Ya Allah, ampuni dosa hambamu ini” hehehe....

Baca Selengkapnya ....

Narsis?


Dulu waktu aku duduk di bangku SD q seneng banget. Temen2 saya ngomong kslo saya mirip ama Bombom (dulu sih ngetop abis). Kadang2 q sendiri masih tanya2. “dari mana sih miripnya”, hihi. Nah, waktu SMP juga. Temen2 q manggil aku Abi Manyu. Lumayang ngetop juga sih dia, hihi. Nah, sekarang giliran q masuk SMA malah dibilang mirip Indra. L. Brugman. WEKS! Ape mereka pada gila ya...perasaan q malah mirip Kim Bum (untung aja, dia gag ngerti bahasa indonesia) hehe....

Menurut penelusuran dari kejujuran hatiku yang dalam ni, seingatku belum pernah ganti2 wajah yang sebanyak mereka sebutin tadi. Wajah pas-pasan, hidung kaga pesek2 amat, rambut mirip singa, bibir biasa2 aja. Bakat jadi artis kali ya...hehe...“Tolong..saya DIPAKSA!” Hati kecilku pun berkata, “Ya Allah, ampuni mereka yang telah memfitnahku ini..” hihihi...

Baca Selengkapnya ....