• Sulhan Menyapa Pengunjung

    "Sulhan Menyapa" Selamat Datang di Blog Saya. Ini adalah kunjungan Anda yang kesekian kalinya. Ini adalah suatu kehormatan bagi Saya jika Anda memanfaatkan blog saya ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas partisipasi Anda dalam menggunakan blog Saya ini. Terimakasih.

  • Sulhan Greet Visitors

    Welcome to My Blog. This is the umpteenth time you visit. It is an honor for me if you use my blog is the best way possible. Thank you for your participation in this I use a blog. Thank you.

  • Sulhan saludan a los visitantes

    Bienvenido a mi blog. Esta es la enésima vez que visita. Es un honor para mí si mi blog es la mejor manera posible. Gracias por su participación en este Puedo utilizar un blog. Gracias.

  • سول هان تحية الزوار

    مرحبا بكم في مدونتي. وهذه هي المرة الألف التي تقوم بزيارتها. إنه لشرف بالنسبة لي إذا كنت تستخدم بلدي بلوق هو أفضل وسيلة ممكنة. شكرا لمشاركتكم في هذا يمكنني استخدام بلوق. شكرا لك.

Metode Menghilangkan Stress Dalam 10 Langkah

Bagi beberapa orang, kesuksesan tidak selalu hanya membawa hal-hal yang positif. Semakin sukses seseorang umumnya jadwalnya pun akan semakin padat, dan tidak dapat dipungkiri kehidupannya akan semakin rentan terhadap penyakit yang namanya 'Stress'.

Setiap promosi jabatan akan selalu disertai dengan tambahan tanggung jawab yang notabene juga berarti tambahan stress. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana menangani penyakit stress ini? "Setiap orang yang sukses pasti mempunyai cara ampuh untuk mengatasi stress", kata Dr. Woodson Merrell dari Beth Israel Hospital, New York. "Hanya mereka yang mempunyai pandangan positif terhadap situasi terburuk yang bisa mengatasi stress sehingga penyakit stress ini tidak sampai menyebabkan meningkatnya resiko terkena penyakit jantung." imbuhnya. Tetapi semua orang, disadari atau tidak, membutuhkan penyakit stress ini dalam jumlah tertentu.

Dalam jumlah yang tepat, penyakit stress ini dapat memberikan motivasi dan dapat mengasah kecerdasan mereka juga membantu mereka untuk tetap waspada ...........

dan sigap dalam menghadapi segala situasi yang mungkin muncul. Bayangkan kehidupan tanpa stress, berjemur di pantai dengan pasir putih dan mendengarkan nyanyian ombak, ditemani segelas minuman segar. Mungkin kedengarannya indah? Mungkin.

Tapi bayangkan jika Anda harus menjalani hidup seperti ini seumur hidup Anda? Dengan kehidupan seperti ini, Anda tidak akan termotivasi untuk melakukan apapun dan mencapai tujuan apapun dalam hidup Anda. Sebaliknya, hidup dalam kondisi stress secara terus menerus juga bukan merupakan ide yang bagus. Stress yang berkepanjangan ini akan menyebabkan tubuh Anda memproduksi hormon cortisol dalam jumlah besar yang telah terbukti dapat menyebabkan kita kehilangan fungsi cognitif dan menyebabkan daya tahan tubuh kita lemah.

Stress tidak hanya memberikan efek negatif untuk kesehatan tapi juga akan menyebabkan kita bersikap buruk terhadap orang-orang di sekitar kita. Untuk apa hidup dalam stress yang berkepanjangan meskipun Anda sukses jika pada akhirnya karena stress tersebut Anda harus kehilangan orang-orang yang Anda sayangi dan bahkan mati muda karena serangan jantung? Maka idealnya adalah memiliki stress dalam jumlah yang cukup untuk membantu kita tetap fokus tetapi juga mempunyai cara-cara ampuh untuk mengatasinya sehingga penyakit stress ini tidak mengendalikan hidup kita.

Hindari alkohol dan rokok
Salah satu cara yang oleh banyak orang dianggap paling ampuh dan paling cepat untuk mengatasi stress adalah dengan mengkonsumsi minuman beralkohol. Padahal konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan akan menyebabkan Anda rentan terhadap berbagai penyakit dan dalam banyak kasus juga akan menimbulkan masalah dalam kehidupan rumah tangga Anda. Mengkonsumsi alkohol dan rokok bukanlah merupakan cara yang baik dan efektif untuk menyembuhkan diri dari stress.

Berikut adalah 10 cara yang sehat untuk mengatasi stress dari hasil survey. Yang pertama adalah accupressure, yaitu pijatan-pijatan pada titik tertentu akan membantu Anda menstimulasi titik-titik penyembuhan. Prosedur ini sangat bagus untuk membantu Anda relax dan membantu meringankan kepenatan. Accupressure juga telah terbukti dapat membantu orang-orang untuk tidur lebih nyenyak di malam hari. Yang kedua adalah olah raga. Olah raga sangat efektif untuk membantu mengatasi stress karena berolah raga akan memperlancar peredaran darah dan membuka jantung untuk menerima lebih banyak oksigen. Berolah raga juga akan membantu Anda untuk dapat tidur lebih nyenyak di malam hari. Energi yang dilepaskan pada saat kita berolah raga juga akan menstimulasi tubuh kita untuk memproduksi lebih banyak endorphins yang merupakan hormon yang menyebabkan kita merasa bahagia.

Yang ketiga, hobby. Jika seseorang mengalami stress berat, maka cara yang baik untuk melepaskan stress tersebut adalah dengan menyalurkannya dalam bentuk hobby. Hobby yang melibatkan banyak orang dalam satu grup juga sangat dianjurkan karena hobby ini akan sangat kondusif terhadap kehidupan sosial seseorang.
Pijat. Jika pijat merupakan cara terbaik bagi Anda untuk melepaskan diri dari stress, maka mulailah menyalakan lilin aromatherapy dan lakukan pemijatan selepas Anda bekerja seharian. Pijatan tidak hanya ampuh untuk menenangkan pikiran dan jiwa Anda setelah Anda seharian beraktivitas, tetapi juga dapat membantu untuk meregangkan otot-otot yang penat dan menstimulasi peredaran darah. Bahkan pijatan-pijatan lembut dan ringan dari suami Anda akan membantu Anda untuk tidur lebih baik. Selajutnya adalah meditasi. Para pakar mengatakan bahwa cara paling ampuh untuk mengatasi stress adalah meditasi. Karena meditasi dapat membantu seseorang untuk menjernihkan pikiran dan berkonsentrasi pada ketenangan alam sekitarnya. Telah dibuktikan bahwa meditasi selama 15 menit memberikan istirahat dan ketenangan yang lebih dibandingkan tidur nyenyak selama 1 jam. Tetapi sebenarnya hanya dengan meditasi 1-2 menit setiap hari sudah dapat memberikan efek positif yang luar biasa untuk Anda. Mulailah dengan duduk tegak dan kosongkan pikiran Anda. Meditasi akan membantu kita untuk melupakan pikiran-pikiran dan kekhawatiran yang menyebabkan kita menjadi stress. Tidur. Kelelahan bukan kondisi yang bagus untuk mengatasi stress. Kondisi kurang tidur akan membuat Anda melihat masalah secara berlebihan dan memperburuk situasi. Dan tidak kalah menariknya adalah sex. Jika Anda masih belum tahu, sex merupakan cara efektif untuk menyembuhkan hampir apapun juga, termasuk juga stress.

(Karena kita masih dalam tahap belajar di kampus kesayangan MAN Kota Kediri 3 ini, jangan mikirin yang ngga'2 zooo,,,, Oce)

Sumber : msnbc.msn.com, forbes.com

Baca Selengkapnya ....

Long Life Education

Long life Education (Pendidikan Seumur Hidup)

I. PENDAHULUAN
Dunia semakin hari semakin mengalami perubahan, perubahan itu terjadi secara alami dan karena campur tangan manusia. Perubahan itu pula yang harus membuat manusia semakin peka akan kejadian-kejadian yang ada. Hadirnya berbagai ilmu pengetahuan di dunia ini memudahkan manusia untuk beraktivitas, teknologi yang canggih di dukung oleh komputerisasi membuat manusia semakin terbantu melakukan aktivitasnya, semuanya terasa lebih mudah. Alat komunikasi yang tak mengenal jarak dan waktu semakin memudahkan manusia untuk terus melakukan interaksi dimanapun dan kapanpun. Begitu cepat perubahan dan perkembangan itu terjadi, hal ini menuntut manusia harus terus belajar dimanapun dan kapanpun.

Pada dasarnya manusia dilahirkan kealam dunia ini dalam keadaan fitrah atau suci sesuai dengan hadist Rasululullah Saw, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya sebagai Yahudi Nasrani atau Majusi.” Sejak anak dilahirkan kealam dunia ini sesungguhnya adalah awal manusia mulai belajar, karena di dalam Islam dikatakan bahwa manusia itu belajar sejak ia dilahirkan sampai ia masuk kedalam liang lahat. Sungguh luar biasa ajaran Islam mendidik umatnya untuk terus menuntut ilmu pengetahuan tanpa mengenal usia, selama kita masih bisa menikmati hidup, selama kita masih bisa menghirup udara, selama kita masih bisa bergerak itu artinya kita wajib menuntut ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu


Oleh sebab itu ketika seorang anak mulai dilahirkan kealam dunia ini orang tua sudah mulai mengjari anaknya dengan berbagai hal tentunya dengan konsep dan metode yang sesuaI dengan usianya.

Belajar sepanjang hayat adalah suatu konsep tentang belajar terus menerus dan berkesinambungan (continuing-learning) dari buaian sampai akhir hayat, sejalan dengan fase-fase perkembangan pada manusia. Oleh karena setiap fase perkembangan pada masing-masing individu harus dilalui dengan belajar agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembanganya, maka belajar itu dimulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan bahkan masa tua. Bertolak dari fase-fase perkembangan seperti dikemukakan Havinghurst, berimplikasi kepada keharusan untuk belajar secara terus menerus


Konsep belajar sepanjang hayat atau yang dikenal dengan Long Life education bisa dilakukan dimana saja, mulai dari lingkungan keluarga dimulai dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa, bahkan sampai dengan usia tua, belajar sepanjang hayat juga bisa dilakukan dalam pendidikam formal, dari mulai Taman kanak-kanak, Sekolah dasar, Sekolah menengah pertama, Sekolah menegah atas/kejuruan, perguruan tinggi. Lahirnya konsep belajar sepanjang hayat adalah bagian dari keprihatinan pada dunia pedidikan yang ada, karena masih banyak masyarakat yang tidak bisa menikmati pendidikan pada dunia formal. Oleh sebab itu belajar sepanjang hayat bisa dilakukan pada kegiatan non formal, misalnya kegiatan pelatihan, PLS, kelompok belajar dan lain sebagainya.

II. PEMBAHASAN


A. Belajar sepanjang hayat.

Belajar sepanjang hayat adalah suatu konsep, suatu idea, gagasan pokok dalam konsep ini ialah bahwa belajar itu tidak hanya berlangsung di lembaga-lembaga pendidikan formal seseorang masih dapat memperoleh pengetahuan kalau ia mau, setelah ia selesai mengikuti pendidikan di suatu lembaga pendidikan formal. Ditekankan pula bahwa belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang berlangsung sepanjang kehidupan seseorang. Bedasarkan idea tersebut konsep belajar sepanjang hayat sering pula dikatakan sebagai belajar berkesinambungan (continuing learning). Dengan terus menerus belajar, seseorang tidak akan ketinggalan zaman dan dapat memperbaharui pengetahuannya, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Dengan pengetahuan yang selalu diperbaharui ini, mereka tidak akan terasing dan generasi muda, mereka tidak akan menjadi snile atau pikun secara dini, dan tetap dapat memberikan sumbangannya bagi kehidupan di lingkungannya.

B. Landasan Belajar sepanjang hayat

Belajar sepanjang hayat merupakan kewajiban setiap manusia tidak mengenal usia, status, ruang dan waktu serta yang lainnya. Konsep belajar sepanjang hayat sesungguhnya telah lama ada dalam ajaran Islam sesuai dengan hadis yang berbunyi:

اُطْلُبُوُا العِلْمَ مِنَ المَهْدِ اِلىَ اللََّحْدِ

artinya :”Tuntutlah ilmu oleh kalian mulai sejak di buaian hingga liang lahat”. (Al-hadis)

Dengan memperhatikan hadits tersebut, dapat dipahami bahwa aktivitas belajar sepanjang hayat memang telah menjadi bagian dan kehidupan kaum muslimin. Sedangkan secara umum, gerakan belajar sepanjang hayat itu baru dipublikasikan di sekitar tahun 1970, ketika UNESCO menyebutnya sebagai tahun Pendidikan Internasional (International Education Year). Karena pada tahun itu dilontarkan berbagai isu pembaharuan dalam falsafah dan konsep tentang pendidikan. Latar belakang munculnya gagasan ini ialah rasa kurang puas terhadap pelaksanaan belajar melalui sistem sekolah, yang dikatakan memperlebar jurang antara yang kaya dan yang miskin. Secara eksplisit gagasan ini dilontarkan oleh Paul Lengrand dalam bukunya yang beijudul An Introduction to life Long Education.

Dari landasan diatas maka sesungguhnya pembelajaran sepanjang hayat sangat dibutuhkan oleh setiap manusia yang menyadari akan pentingnya sebuah pengetahuan. Belajar sepanjang hayat bisa dalam pendidikan formal maupun non formal.


c. Belajar Sepanjang hayat dalam tiga aspek menurut penulis
Dalam makalah ini penulis akan mencoba menjelaskan tentap belajar sepanjang hayat yang dilakukan dari tiga aspek lingkungan belajar. Yaitu belajar sepanjang hayat dalam lingkungan keluarga, dalam pendidikan formal, dan dalam pendidikan non formal.

a). Belajar sepanjang hayat dalam lingkungan keluarga
Tempat belajar yang pertama bagi seorang manusia adalah lingkungan keluaraga, pada tapa inilah tahap yang paling menentukan seorang anak untuk memulai pembelajaran dalam keluarganya. Khususnya dalam ajaran Islam pembelajaran sudah dimulai ketika seorang bayi masih berada dalam rahimnya, dalam konsep ini jelas bahwa Islam memang sangat memperhatikan umatnya untuk senantiasa belajar. Kemudian dalam Islam dijelaskan berdasarkan hadis Rasulullah Saw “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya sebagai Yahudi Nasrani atau Majusi.” Dalam hadis ini jelas bahwa peran orang tua dalam keluarga sangatlah penting untuk mendidik putra-putrinya, orang tuanyalah yang akan membentuk pribadi anaknya dalam lingkungan keluarga. Belajar sepanjang hayat dalam lingkungan keluarga menurut penulis bisa dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut :

1. Belajar pada masa balita
Dalam masa balita orang tua mulai bisa mengajarkan kepada anaknya, sesuai dengan kemampuan serta fase perkembanganya. Misalnya dengan mengajarkan atau melatih anak untuk bisa merangkak, kemudian berdiri, berjalan walaupun pembelajaran seperti ini bisa terjadi secara alami tapi tetap membutuhkan perhatian khusus dari orang tua. Selain itu pada masa balita bisa dilakukan pembelajaran seperti mengucapkan kalimat atau kata sederhana serta belajar bicara dan lain sebagainya.

2. Belajar pada masa kanak-kanak
Dalam fase ini orang tua mempunyai peranan penting untuk memberikan pembelajaran pada anak-anaknya, orang tua mulai memberikan pembelajaran misalnya bagaimana mereka menggunakan pakaian atau melepaskannya, mebiasakan anak untuk hidup disiplin dengan cara memberikan contoh misalnya dengan berangkat dan pulang sekolah tepat waktu, belajar dan bermain sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Pada masa ini pembelajaran mengenai hidup bersih juga bisa mulai diberikan misalnya dengan mandi, menggosok gigi, mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, dan lain sebagainya. Dalam fase ini orang tua bukan hanya memberikan pembelajaran tetapi harus bisa memberikan contoh karena cenderung seorang anak biasanya melakukan sesuatu dari apa yang dilihatnya. Pada masa ini pembentukan karakter juga bisa diberikan misalnya dengan mencium tangan orang tua ketika berangkat dan pulang sekolah disertai mengucapkan salam, menghormati yang lebih tua, membiasakan sholat lima waktu dan lain sebagainya.

3. Belajar pada masa remaja
Masa remaja merupakan masa yang paling rentang, pada fase ini seorang anak cenderung mempunyai sifat labil, oleh sebab itu peranan orang tua dalam memberikan pembelajaran dalam lingkungan keluarga sangatlah penting. Agar pada masa ini bisa berkembang dengan baik, tanpa terpengaruh oleh lingkungan luar, terpengaruh oleng teman-teman bergaulnya. Pada masa ini konsep pembelajaran sepanjang hayat mempunyai peranan penting karena dalam fase ini pula seorang anak akan mulai mencari jati dirinya, mulai mengenal dunia pergaulan, dan cenderung memiliki keinginan untuk punya kebebasan dalam melakukan sesuatu. Pembelajaran disiplin dan pengwasan serta perhatian dari orang tua sangatlah penting agar anak bisa melakukan aktivitas-aktivitas yang positif serta berkembang secara normal.

4. Belajar pada masa dewasa
Konsep belajar sepanjang hayat pada masa dewasa merupakan masa yang penting dilakukan dalam lingkungan keluarga. Pada fase ini seorang anak remaja yang berkembang menjadi manusia dewasa mulai mengenal jati dirinya, bahkan memilki karakter tersendiri. Pada masa ini pula biasanya kecenderungan seseorang untuk menyudahi belajar sangat dominan khususnya perempuan. Diawali selesai masa kuliah, kemudian menikah, punya anak dan memilki keluaraga. Pada masa-masa ini seseorang cenderung lebih memetingkan keluarga, pekerjaan dibadingkan dengan belajarnya. Padahal pada masa ini pembelajaran masih tetap bisa dijalankan. Oleh sebab itu dalam lingkungan keluarga ini orang tua harus bisa memberikan pemahan kepada anak-ankanya agar terus belajar sepanjang hidupnya, baik belajar formal maupun non formal.

5. Belajar pada masa tua atau usia lanjut dalam lingkungan keluarga
Konsep pembelajaran dalam Islam bahwa belajar tidak mengenal usia, sesuai dengan hadis yang ada pada landasan diatas. Maka sesunggunya pada usia ini seseorang harus tetap belajar, yang tentunya dilakukan dalam keluarga. Pada masa ini orang tua bisa belajar pada anak-anaknya atau pada masa ini orang tua memberikan pembeljaran pada anak-anaknya. Karena sesunggunya belajar sepanjang hayat bukan hanya belajar tapi juga memberikan pembelajaran. Orang tua yang memilki banyak ilmu maka ia akan semakin bijak dalam mengambil keputusan dalam setiap masalah yang dihadapi dalam hidupnya.

b). Belajar sepanjang hayat dalam pendidikan Formal
Belajar sepanjang hayat sangatlah dibutuhkan setiap individu yang membutuhkan ilmu pengetahuan, orang yang menyadari akan pentingnya arti sebuah ilmu maka ia akan berusaha untuk terus melanjutkan pendidikannya sampai dengan jenjang yang paling tinggi sesuai dengan kemampuan yang dimilkinya. Didalam ajaran Islam sesunggunya mencari ilmu pengetahuan adalah kewajiban. Sesuai dengan hadist Rasulullah Saw, “ Sesungguhnya menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki atau perempuan “ (HR. Ibnu Majah). Dalam hadis ini sangat tegas di sebutkan atas kewajiban seorang muslim oleh sebab itu apabila kewajiban ini tidak dilakukan oleh seorang muslim maka hukumnya adalah dosa. Dalam hadis yang lain Rasulullah saw, mengatakan “Barang siapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syorga”. (HR. Muslim). Sungguh luar biasa bagi orang yang menuntut ilmu pengetahuan yaitu baginya akan dimudahkan jalan menuju surga, oleh sebab itu dengan hadis ini muda-mudahan kita akan semakin termotivasi, karena mendapat keridhoan Allah dan masuk surga adalah dambaan bagi setiap manusia.

Pembelajaran sepanjang hayat (Long Life education) dalam pendidikan formal, adalah pembelajaran yang sistematis dan terencana, memilki tujuan – tujuan khusus sesuai dengan bakat, kemampuan atau jurusan yang diminati oleh pembelajar. Yang termasuk dalam pendidikan formal adalah dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, perguruan tinggi, D1, D2, D3, S1,S2, dan S3. Pada pendidikan formal setelah seseorang meyelesaikan program sekolah menegah atas atau kejuruan, setiap orang diperbolehkan untuk mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi, tak mengenal usia, jenis kelamin, suku dan golongan. Oleh sebab itu hal ini berlaku sampai kapanpun selama sesorang masih memilki keinginan untuk belajar maka selama itu pula banyak kesempatan bagi setiap orang untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Maka tidak heran kita sering melihat atau mendengar orang yang sudah berusia tua ada di antara sebagian mereka masih melanjutkan kuliahnya ada yang S1, S2 dan S3. itu artinya pendidikan sepanjang hayat ini memang relevan bagi setiap orang, setiap orang punya kesempatan yang sama, asalkan mempunyai keinginan dan kemampuan.


C). Belajar sepanjang hayat dalam pendidikan Non Formal
Belajar tidak mengenal usia, waktu dan tempat, dimanapun kapanpun kita bisa belajar dari kehidupan ini. Belajar tidak harus dibangku sekolah atau pendidikan formal serta berizazah, tetapi belajar bisa dimana saja, dari berbagai sumber yang berisi tentang pengetahuan. Banyak orang yang belajar ototidak (belajar sendiri) namun mereka lebih berhasil dari orang-orang yang berpendidikan formal, itu artinya belum tentu orang yang berpendidikan formal bisa lebih sukses daripada orang yang tidak berpendidikan formal. Sesungguhnya yang membuat orang menjadi sukses adalah kemampuannya beradaptasi dengan orang lain, komunikatif, pandai begaul, punya kemauan keras dan tentunya skil tidak kalah penting.


Pendidikan non formal tidak mengenal ruang dan waktu, setiap orang bisa belajar kapanpun, orang bisa belajar dari apa yang dilihatnya, di dengarnya, dirasakannya, dialaminya dan lain sebagainya. Konsep pendidikan sepajang hayat pada pendidikan non formal lebih luas dari yang lainnya. Pendidikan non formal ini bisa dilakukan seperti kelompok belajar, organisasi, tempat kursus atau pelatihan, atau ditempat – tempat pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak. Oleh sebab itu sudah seharusnya setiap orang harus terus belajar dari setiap perjalanan hidupnya sampai ajal menjemputnya. Karena ilmu pengetahuan sangat berguna bagi setiap orang walalupun bagi orang yang sudah berusia lanjut sekalipun. Dalam islam dikatakan Allah akan mengangkat orang – orang yang berilmu dan beriman beberapa derajat, itu artinya betapa Allah menghargai orang yang berilmu karena dengan ilmu pula orang akan lebih mampu mengenal Allah dan lebih banyak mendekatkan diri padanya dengan ritual-ritual ibadah.

C. Konsep Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan adalah lembaga dan usaha pembangunan Bangsa dan Watak Bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang amat komperhensif, yakni pendidikan kemampuan mental, pikiran, kepribadian manusia seutuhnya. Untuk membina kepribadian yang demikian jelas memerlukan rentangan waktu yang relatif panjang bahkan berlangsung seumur hidup. ( M. Noor.Syam: 125)
Konsepsi pendidikan seumur hidup (Long Life Education) mulai di masyarakatkan melalui kebijaksanaan Negara (Ketetapan MPR No.IV/MPR/1973 jo Ketetapan MPR No.IV/MPR/1978, tentang GBHN) yang menetapkan prinsip-prinsip Pembangunan Nasional (Pembangunan Bangsa dan Watak Bangsa), antara lain:
Arah Pembangunan jangka Panjang :
1. Pembangunan Nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam Bab IV Bagian Pendidikan, GBHN menetapkan :
Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Bahkan seorang staf pengajar Universitas Paramadina, Utomo Danandjaja mengatakan bahwa konsep pendidikan seumur hidup yang saat ini juga sedang diperjuangkan badan dunia UNESCO, haruslah terakomodasi dalam UU Sisdiknas karena pada kenyataannya banyak tokoh-tokoh yang tidak memiliki ijazah formal tetapi memiliki kepakaran dalam bidang tertentu.
Ia menyebut para pemahat di Bali yang tidak pernah bersekolah tetapi kemampuan pahatannya tidak diragukan lagi.
Sekarang yang dibutuhkan adalah membangun konsep demokrasi dalam pengalaman bersekolah dengan school government. Sekolah harus juga mengajarkan konsepsi gender, HAM dan lingkungan hidup yang dapat dimengerti oleh anak-anak didik,” tegasnya. (Copyright @ Sinar harapan, dikutip pada tanggal 26 Maret 2009)
Berdasarkan hal tersebut, jelaslah sudah bahwa konsep pendidikan seumur hidup bukan hanya diterapkan pada lembaga pendidikan formal (sekolah), tetapi juga dalam lembaga informal (luar sekolah)
Asas pendidikan seumur hidup bertitik tolak atas keyakinan, bahwa proses pendidikan dapat berlangsung selama manusia hidup, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam diktum ini cukup mendasar dan luas, yakni meliputi asas-asas :
1. Asas pendidikan seumur hidup, berlangsung seumur hidup, sehingga peranan subyek manusia untuk mendidik dan mengembangkan diri sendiri secara wajar merupakan kewajiban kodrati manusia.
2 . Lembaga pelaksana dan wahana pendidikan meliputi :
a. Dalam lingkungan rumah tangga ( keluarga ), sebagai unit masyarakat yang pertama dan utama.
b. Dalam lingkungan sekolah, sebagai lembaga pendidikan formal dan
c. Dalam lingkungan masyarakat sebagai lembaga dan lingkungan pendidikan non-formal, sebagai wujud kehidupan yang wajar.
3. Lembaga penangungjawab pendidikan mencakup kewajiban dan kerjasama ketiga lembaga yang wajar dalam kehidupan, yaitu :
a. Lembaga keluarga ( orang tua )
b. Lembaga sekolah
c. Lembaga masyarakat sebagai keseluruhan tata kehidupan dalam negara baik perseorangan maupun kolektif.
Ketiga lembaga penangungjawab pendidikan ini disebut oleh Dr. Ki Hajar Dewantara sebagai tri pusat pendidikan. Konsep pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup ini merupakan orientasi baru yang mendasar. (M.Noor.Syam :128)
Dalam Islam, kita mengenal konsep pendidikan seumur hidup yang terangkum dalam kalimat “minal mahdi ilal lahdi”, dari buaian hingga liang kubur. Konsep long life education ini melibatkan banyak unsur pembentuk kepribadian manusia dari sejak dia terlahir hingga akhirnya meninggal dunia. Di antara unsur-unsur tersebut adalah: orangtua, keluarga, lingkungan, sekolah, dan teman. Jika dilihat dari beberapa unsur tersebut, kita bisa melihat dengan jelas, orangtua merupakan unsur terdekat yang akan sangat mempengaruhi kepribadian seorang anak. (Muhtadi. A.M @ Kaunee. Com, dikutip pada tanggal 26 Maret 2009.
Rasulullah Saw mengingatkan peran penting orangtua ini dengan sabdanya:
“Setiap anak dilahirkan sesuai dengan fitrahnya, hanya kedua orang tuanyalah yang akan membuat dirinya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani atau seorang Majusi.” (HR Bukhari, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)
Prinsip seumur hidup, sepanjang masa; Pendidikan yang dianjurkan tidak mengenal batas waktu, tidak mengenal umur. Seumur hidup manusia harusnya terdidik, mulai dari lahir sampai ke liang lahat. Seluruh kehidupan kita digunakan sebagai proses pendidikan, sebagai proses untuk menjadi hamba yang baik, menjadi insan kamil.
( M.Fakhruddin @ http://www4.shoutmix.com/?kahmiuin”, dikutip pada tanggal 26 Maret 2009)
D. Implikasi Pendidikan Seumur Hidup
Sebagai satu kebijakan yang mendasar dalam memandang hakekat pendidikan manusia dapat kita jelaskan segi implikasi sebagai berikut
a. Pengertian implikasi :
Ialah akibat langsung atau konskuensi dari suatu keputusan. Jadi, sesuatu yang merupakan tindak lanjut dari suatu kebijakan atau keputusan.
b. Segi-segi implikasi dari konsepsi pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup :
1. Manusia seutuhnya sebagai subyek didik atau saran didik
2. Proses berlangsungnya pendidikan, yakni waktu-waktunya seumur hidup manusia.
Karenanya lebih menekankan, tanggungjawab pendidikan :
- Oleh subyek didik sendiri (tidak terikat kepada pendidikan formal)
- Untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan potensi-potensi dan minatnya
- Berlangsung selama ia mampu mengembangkan dirinya
c. Isi yang dididik :
Dengan mengingat potensi-potensi manusia seutuhnya itu (meliputi tujuh potensi), maka dapatlah dikembangkan wujud manusia seutuhnya itu dengan membina dan mengembangkan sikap hidup :
1. Potensi jasmani dan panca indera. Dengan mengembangkan sikap hidup sehat dan teratur.
2. Potensi pikir (rasional)
Dengan mengembangkan kecerdasan, suka membaca, belajar ilmu pengetahuan dan mengembangkan daya pikir.
3. Potensi perasaan dikembangkan :
- Perasaan yang peka dan halus dalam segi moral dan kemansiaan dengan menghayati tata nilai Ketuhanan, kemanusiaan, sosial dan budaya
- Perasaan estetika dengan mengembangkan minat kesenian dengan berbagai seginya, satra dan budayanya.
4. Potensi karsa atau kemauan yang keras dengan mengembangkan sikap rajin belajar , ulet, tabah, menghadapi segala tantangan.
5. Potensi-potensi cipta dengan mengembangkan daya kreasi dan imajinasi baik dari segi konsepsi-konsepsi pengetahuan maupun seni budaya
6. Potensi karya, konsepsi dan imajinasi tidak cukup diciptakan sebagai konsepsi, semuanya diharapkan dilaksanakan secara operasional.
7. Potensi budi nurani. Yakni kesadaran moral yang meningkatkan harkat dan martabat manusia menjadi manusia yang berbudi luhur. (M.Noor.Syam :143)
Untuk merealisasikan hal-hal tersebut, maka perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari Orang Tua (Keluarga), Sekolah, dan tidak lupa masyarakat, agar teciptanya manusia Indonesia, yang mandiri, sukses dalam Imtaq dan Iptek, yang sesuai dengan cita-cita bangsa.

















III. KESIMPULAN
Pendidikan adalah lembaga dan usaha pembangunan Bangsa dan Watak Bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang amat komperhensif, yakni pendidikan kemampuan mental, pikiran, kepribadian manusia seutuhnya. Untuk membina kepribadian yang demikian jelas memerlukan rentangan waktu yang relatif panjang bahkan berlangsung seumur hidup. ( M. Noor.Syam: 125)
Konsepsi pendidikan seumur hidup (Long Life Education) mulai di masyarakatkan melalui kebijaksanaan Negara (Ketetapan MPR No.IV/MPR/1973 jo Ketetapan MPR No.IV/MPR/1978, tentang GBHN) yang menetapkan prinsip-prinsip Pembangunan Nasional (Pembangunan Bangsa dan Watak Bangsa).Asas pendidikan seumur hidup bertitik tolak atas keyakinan, bahwa proses pendidikan dapat berlangsung selama manusia hidup, baik di dalam maupun di luar sekolah
Dalam Islam, kita mengenal konsep pendidikan seumur hidup yang terangkum dalam kalimat “minal mahdi ilal lahdi”, dari buaian hingga liang kubur. Konsep long life education ini melibatkan banyak unsur pembentuk kepribadian manusia dari sejak dia terlahir hingga akhirnya meninggal dunia. Di antara unsur-unsur tersebut adalah: orangtua, keluarga, lingkungan, sekolah, dan teman.
segi-segi implikasi dari konsepsi pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup :
1. Manusia seutuhnya sebagai subyek didik atau saran didik
2. Proses berlangsungnya pendidikan, yakni waktu-waktunya seumur hidup manusia.
Ada 7 potensi yang bisa dikembangkan dalam diri manusia, antara lain :
1. Potensi jasmani dan panca indera.
2. Potensi pikir (rasional).
3. Potensi perasaan dikembangkan :
- Perasaan yang peka dan halus
- Perasaan estetika
4. Potensi karsa atau kemauan yang keras
5. Potensi-potensi cipta
6. Potensi karya, konsepsi dan imajinasi.
7. Potensi budi nurani.
Pendidikan sepanjang hayat merupakan sebuah konsep yang memberikan pemahaman kepada setiap orang agar terus belajar dalam perjalanan hidupnya, belajar sepanjang hayat tidak mengenal usia, serta ruang dan waktu. Pendidikan sepanjang hayat juga merupakan konsep yang sudah lama dikenal dalam Islam bahkan jauh sebelum unesco mengeluarkan tentang konsep Long Life Education. Konsep belajar sepanjang hayat dalam Islam sesuai dengan hadir Rasullulah Saw, yaitu” Tuntutlah ilmu oleh kalian mulai sejak di buaian hingga liang lahat”. (Al-hadis. Selain itu didalam ajaran Islam menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban sesuai dengan hadis Rasulullah saw, sebagai berikut : “ Sesungguhnya menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki atau perempuan “ (HR. Ibnu Majah). Dua hadist diatas jelas menegaskan kepada umatnya bahwa ilmu pengetahuan adalah hal yang sangat penting. Konsep belajar sepanjang hayat yang penulis kemukakan bisa dilakukan pada lingkungan keluarga, pendidikan formal dan pendidikan non formal. Selanjutnya manfaat dari pendidikan sepanjang hayat adalah agar setiap manusia selalu membepunyai bekal dalam kehidupan ini, sehingga dalam menjalani kehidupan ini akan lebih terarah dan senantiasa mampu melakukan yang terbaik untuk kemaslahatan umat, mampu menjadi orang yang bijaksana.



SUMBER :
- http/www.google.com. Long life Education (Pendidikan Seumur Hidup). By : Namin AB (Mahasiswa Program Pasca sarjana Uhamka) @ Jumat, 22 Januari 2010.
- Sumber Materi : http/www.google.com. Long life Education. By : Zulv1ck4r’s Blog @ Maret 30, 2009.


















LONG LIFE EDUCATION
Konsep Pendidikan Seumur Hidup
Pendidikan adalah lembaga dan usaha pembangunan Bangsa dan Watak Bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang amat komperhensif, yakni pendidikan kemampuan mental, pikiran, kepribadian manusia seutuhnya. Untuk membina kepribadian yang demikian jelas memerlukan rentangan waktu yang relatif panjang bahkan berlangsung seumur hidup. ( M. Noor.Syam: 125)
Konsepsi pendidikan seumur hidup (Long Life Education) mulai di masyarakatkan melalui kebijaksanaan Negara (Ketetapan MPR No.IV/MPR/1973 jo Ketetapan MPR No.IV/MPR/1978, tentang GBHN) yang menetapkan prinsip-prinsip Pembangunan Nasional (Pembangunan Bangsa dan Watak Bangsa), antara lain:
Arah Pembangunan jangka Panjang :
1. Pembangunan Nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam Bab IV Bagian Pendidikan, GBHN menetapkan :
Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.
Bahkan seorang staf pengajar Universitas Paramadina, Utomo Danandjaja mengatakan bahwa konsep pendidikan seumur hidup yang saat ini juga sedang diperjuangkan badan dunia UNESCO, haruslah terakomodasi dalam UU Sisdiknas karena pada kenyataannya banyak tokoh-tokoh yang tidak memiliki ijazah formal tetapi memiliki kepakaran dalam bidang tertentu.
Ia menyebut para pemahat di Bali yang tidak pernah bersekolah tetapi kemampuan pahatannya tidak diragukan lagi.
Sekarang yang dibutuhkan adalah membangun konsep demokrasi dalam pengalaman bersekolah dengan school government. Sekolah harus juga mengajarkan konsepsi gender, HAM dan lingkungan hidup yang dapat dimengerti oleh anak-anak didik,” tegasnya. (Copyright @ Sinar harapan, dikutip pada tanggal 26 Maret 2009)
Berdasarkan hal tersebut, jelaslah sudah bahwa konsep pendidikan seumur hidup bukan hanya diterapkan pada lembaga pendidikan formal (sekolah), tetapi juga dalam lembaga informal (luar sekolah)
Asas pendidikan seumur hidup bertitik tolak atas keyakinan, bahwa proses pendidikan dapat berlangsung selama manusia hidup, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam diktum ini cukup mendasar dan luas, yakni meliputi asas-asas :
1. Asas pendidikan seumur hidup, berlangsung seumur hidup, sehingga peranan subyek manusia untuk mendidik dan mengembangkan diri sendiri secara wajar merupakan kewajiban kodrati manusia.
2 . Lembaga pelaksana dan wahana pendidikan meliputi :
a. Dalam lingkungan rumah tangga ( keluarga ), sebagai unit masyarakat yang pertama dan utama.
b. Dalam lingkungan sekolah, sebagai lembaga pendidikan formal dan
c. Dalam lingkungan masyarakat sebagai lembaga dan lingkungan pendidikan non-formal, sebagai wujud kehidupan yang wajar.
3. Lembaga penangungjawab pendidikan mencakup kewajiban dan kerjasama ketiga lembaga yang wajar dalam kehidupan, yaitu :
a. Lembaga keluarga ( orang tua )
b. Lembaga sekolah
c. Lembaga masyarakat sebagai keseluruhan tata kehidupan dalam negara baik perseorangan maupun kolektif.
Ketiga lembaga penangungjawab pendidikan ini disebut oleh Dr. Ki Hajar Dewantara sebagai tri pusat pendidikan. Konsep pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup ini merupakan orientasi baru yang mendasar. (M.Noor.Syam :128)
Dalam Islam, kita mengenal konsep pendidikan seumur hidup yang terangkum dalam kalimat “minal mahdi ilal lahdi”, dari buaian hingga liang kubur. Konsep long life education ini melibatkan banyak unsur pembentuk kepribadian manusia dari sejak dia terlahir hingga akhirnya meninggal dunia. Di antara unsur-unsur tersebut adalah: orangtua, keluarga, lingkungan, sekolah, dan teman. Jika dilihat dari beberapa unsur tersebut, kita bisa melihat dengan jelas, orangtua merupakan unsur terdekat yang akan sangat mempengaruhi kepribadian seorang anak. (Muhtadi. A.M @ Kaunee. Com, dikutip pada tanggal 26 Maret 2009.
Rasulullah Saw mengingatkan peran penting orangtua ini dengan sabdanya:
“Setiap anak dilahirkan sesuai dengan fitrahnya, hanya kedua orang tuanyalah yang akan membuat dirinya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani atau seorang Majusi.” (HR Bukhari, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)
Prinsip seumur hidup, sepanjang masa; Pendidikan yang dianjurkan tidak mengenal batas waktu, tidak mengenal umur. Seumur hidup manusia harusnya terdidik, mulai dari lahir sampai ke liang lahat. Seluruh kehidupan kita digunakan sebagai proses pendidikan, sebagai proses untuk menjadi hamba yang baik, menjadi insan kamil.
( M.Fakhruddin @ http://www4.shoutmix.com/?kahmiuin”, dikutip pada tanggal 26 Maret 2009)
Implikasi Pendidikan Seumur Hidup
Sebagai satu kebijakan yang mendasar dalam memandang hakekat pendidikan manusia dapat kita jelaskan segi implikasi sebagai berikut
a. Pengertian implikasi :
Ialah akibat langsung atau konskuensi dari suatu keputusan. Jadi, sesuatu yang merupakan tindak lanjut dari suatu kebijakan atau keputusan.
b. Segi-segi implikasi dari konsepsi pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup :
1. Manusia seutuhnya sebagai subyek didik atau saran didik
2. Proses berlangsungnya pendidikan, yakni waktu-waktunya seumur hidup manusia.
Karenanya lebih menekankan, tanggungjawab pendidikan :
- Oleh subyek didik sendiri (tidak terikat kepada pendidikan formal)
- Untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan potensi-potensi dan minatnya
- Berlangsung selama ia mampu mengembangkan dirinya
c. Isi yang dididik :
Dengan mengingat potensi-potensi manusia seutuhnya itu (meliputi tujuh potensi), maka dapatlah dikembangkan wujud manusia seutuhnya itu dengan membina dan mengembangkan sikap hidup :
1. Potensi jasmani dan panca indera. Dengan mengembangkan sikap hidup sehat dan teratur.
2. Potensi pikir (rasional)
Dengan mengembangkan kecerdasan, suka membaca, belajar ilmu pengetahuan dan mengembangkan daya pikir.
3. Potensi perasaan dikembangkan :
- Perasaan yang peka dan halus dalam segi moral dan kemansiaan dengan menghayati tata nilai Ketuhanan, kemanusiaan, sosial dan budaya
- Perasaan estetika dengan mengembangkan minat kesenian dengan berbagai seginya, satra dan budayanya.
4. Potensi karsa atau kemauan yang keras dengan mengembangkan sikap rajin belajar , ulet, tabah, menghadapi segala tantangan.
5. Potensi-potensi cipta dengan mengembangkan daya kreasi dan imajinasi baik dari segi konsepsi-konsepsi pengetahuan maupun seni budaya
6. Potensi karya, konsepsi dan imajinasi tidak cukup diciptakan sebagai konsepsi, semuanya diharapkan dilaksanakan secara operasional.
7. Potensi budi nurani. Yakni kesadaran moral yang meningkatkan harkat dan martabat manusia menjadi manusia yang berbudi luhur. (M.Noor.Syam :143)
Untuk merealisasikan hal-hal tersebut, maka perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari Orang Tua (Keluarga), Sekolah, dan tidak lupa masyarakat, agar teciptanya manusia Indonesia, yang mandiri, sukses dalam Imtaq dan Iptek, yang sesuai dengan cita-cita bangsa.
Kesimpulan
Pendidikan adalah lembaga dan usaha pembangunan Bangsa dan Watak Bangsa. Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang amat komperhensif, yakni pendidikan kemampuan mental, pikiran, kepribadian manusia seutuhnya. Untuk membina kepribadian yang demikian jelas memerlukan rentangan waktu yang relatif panjang bahkan berlangsung seumur hidup. ( M. Noor.Syam: 125)
Konsepsi pendidikan seumur hidup (Long Life Education) mulai di masyarakatkan melalui kebijaksanaan Negara (Ketetapan MPR No.IV/MPR/1973 jo Ketetapan MPR No.IV/MPR/1978, tentang GBHN) yang menetapkan prinsip-prinsip Pembangunan Nasional (Pembangunan Bangsa dan Watak Bangsa).Asas pendidikan seumur hidup bertitik tolak atas keyakinan, bahwa proses pendidikan dapat berlangsung selama manusia hidup, baik di dalam maupun di luar sekolah
Dalam Islam, kita mengenal konsep pendidikan seumur hidup yang terangkum dalam kalimat “minal mahdi ilal lahdi”, dari buaian hingga liang kubur. Konsep long life education ini melibatkan banyak unsur pembentuk kepribadian manusia dari sejak dia terlahir hingga akhirnya meninggal dunia. Di antara unsur-unsur tersebut adalah: orangtua, keluarga, lingkungan, sekolah, dan teman.
segi-segi implikasi dari konsepsi pendidikan manusia seutuhnya dan seumur hidup :
1. Manusia seutuhnya sebagai subyek didik atau saran didik
2. Proses berlangsungnya pendidikan, yakni waktu-waktunya seumur hidup manusia.
Ada 7 potensi yang bisa dikembangkan dalam diri manusia, antara lain :
1. Potensi jasmani dan panca indera.
2. Potensi pikir (rasional).
3. Potensi perasaan dikembangkan :
- Perasaan yang peka dan halus
- Perasaan estetika
4. Potensi karsa atau kemauan yang keras
5. Potensi-potensi cipta
6. Potensi karya, konsepsi dan imajinasi.
7. Potensi budi nurani.

(Sumber Materi : http/www.google.com. Long life Education. By : Zulv1ck4r’s Blog @ Maret 30, 2009)






















LONG LIFE EDUCATION
i 
Saya terkejut ketika membaca berita di situs Kompas tentang seorang perempuan yang sudah berusia 102 tahun masih mau belajar di sekolah formal. Di umur yang sebenarnya sudah renta ini, masih punya semangat belajar. Nenek gaul kali ya! He..he.. Sosok perempuan itu adalah Ma Xiuxian Kisah ini terjadi di dataran China, tepatnya di Kota Jinan, Provinsi Shandong. Ma Xiuxian bertekad menuntut ilmunya dengan menjadi murid salah satu sekolah dasar di daerah setempat. Tidak berlebihan juga jika nenek ini disebut sebagai murid SD tertua di dunia.
Kompas menuliskan “Luar biasa, memang. Di usia yang tidak semua orang bisa mencapainya itu, Ma masih memiliki motivasi dan keinginan untuk bisa belajar selayaknya seorang anak kecil. Melihat betapa bersemangatnya Ma untuk menghabiskan sisa usianya yang sudah sangat senja dan hanya tersisa hitungan hari demi hari tersebut, tidakkah membuat mata hati kita tergerak untuk lebih bersemangat menuntut ilmu, sampai kapan pun dan dalam kondisi seperti apa pun”
Apa yang dilakukan oleh Nenek Ma ini justru berbanding terbalik dengan kondisi sekarang. Orang yang telah menerima pendidikan di salah satu sekolah (tingkat dasar sampai Perguruan tinggi) menganggap bahwa semua telah selesai dan tidak perlu belajar lagi. Sering juga orang mengatakan, “aku sudah tua, otakku tidak bisa berpikir lagi”. Wah, kalau otak tidak bisa berpikir, bagaimana ya???. Orang juga yang sudah mendapat pekerjaan yang mapan bahkan posisi yang tertinggi di salah satu instansi pemerintah atau swasta merasa sudah puas dan tidak perlu belajar lagi. Sekarang saja pemerintah memberi keringanan untuk biaya sekolah, tetap masih tidak mau belajar. Lucunya kebiasaan anak sekolah sekarang, lebih senang libur dari belajar. Jika dikatakan belajar, wajah cemberut!. Tetapi jika dikatakan libur, wah…senangnya minta ampun. Padahal biaya untuk sekolah tetap keluar. Saya juga teringat murid atau di salah satu sekolah menengah di Nias, dimana mereka  baru datang ke sekolah ketika pembagian pembagian dana BOS. Meski sakit sekalipun, dipaksakan datang..biasa..mengambil bantuan he..he…Terakhir, dengan pengumuman UAN baik tingkat menengah atas dan pertama ada sebagian siswa yang tidk lulus kecewa dengan stress, kecewa bahkan ada yang bunuh diri. Ada juga yang menyalahkan sekolah dan mengkambinghitamkan guru sebagai biang kerok kegagalan mereka. Padahal bisa saja mereka yang tidak sungguh-sungguh belajar. Selain itu dengan kegagalan ini bukan berarti belajar akan berhenti!. Justru kegagalan ini menjadi pemacu untuk semangat belajar dan belajar lagi sampai menerima hasil yang memuaskan.
Saudara yang kekasih,
Kisah Oma Ma di atas justru dapat menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa pendidikan itu berlangsung selama kita masih hidup dan diberi kekuatan untuk berpikir oleh Tuhan. Atau dapat dikatakan LONG LIFE EDUCATION ATAU PEMBELAJARAN SEUMUR HIDUP. Tidak melihat kondisi umur, fisik dan materi termasuk tempat belajar, yang penting belajar. Komponis besar Ludwig Van Bethoven adalah seorang yang bisu dan tuli, namun dia bisa belajar bermain musik dan menghasilkan karya besar. Belajar bukan hanya dengan membaca buku, namun juga belajar dari pengalaman dan kisah yang dialami setiap hari. Pdt. Dr. J.R. Hutauruk (Mantan Ephorus HKBP) pernah mengatakan di salah satu forum bahwa, “mari kita belajar seumur hidup. Mari kita setiap hari membaca buku kehidupan yaitu Pertama, Alkitab sebagai sumber inspirasi dan pembaru hidup rohani kita dan buku-buku “pelajaran” dari berbagai disiplin ilmu yang membangun pengetahuan kita, kedua, manusia (sesama) melalui sifat dan karakter kita dapat belajar. Ketiga, lingkungan termasuk alam dan makhluk hidup lain”
Dalam kesaksian Alkitab juga diberitahukan bagaimana Tuhan mengajar umat-Nya untuk belajar mengasihi-Nya seumur hidup untuk memperoleh berkat yang terus menerus pula. Proses pembelajaran itu adalah tugas orangtua yang mengajar anaknya dari kecil. Setelah anaknya besar, dia juga akan mengajarkan kepada keturunannya. Pembelajaran ini terus menerus berlangsung sampai “hidup masih dikandung badan” dalam setiap kondisi dan situasi bidang kehidupan. Ulangan 6:5-10 dituliskan, “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu”.
Bahkan untuk menjadi seorang pemimpin yang bijak dan takut akan Tuhan perlu beirman Tuhan secara terus menerus seumur hidup. Hal ini disampaikan Tuhan kepada orang Israel melalui pidato Musa dalam Ulangan 17:18-20 dikatakan, “Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi. Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya, supaya jangan ia tinggi hati terhadap saudara-saudaranya, supaya jangan ia menyimpang dari perintah itu ke kanan atau ke kiri, agar lama ia memerintah, ia dan anak-anaknya di tengah-tengah orang Israel.” Intinya menjadi seorang pemimpin yang berhasil (baik dalam keluarga, gereja, masyarakat, termasuk memimpin diri sendiri) mesti belajar dan belajar terus sekaligus membaharui diri sehingga menjadi berkat bagi orang lain dan menjadi orang yang takut akan Tuhan seperti Raja Salomo.
(Sumber : http/ www.google.com. Long Life Education. By : gustavharefa @Mei 10, 2010. )

Baca Selengkapnya ....

Meyadari : Syetan

Sejak awal dunia di cipatakan dan manusia diturunkan ke bumi, Allah memaksudkan untuk menguji (Qs. Al Mulk : 2). Segala tantangan, kesenangan, kesedihan, dan apapun yang ada dalam hidup adalah materi ujian. Tapi manusia acapkali lupa bahwa sesuatu yang ada didepannya itu adalah bentuk bentuk ujian. Manusia tidak waspada dan cenderung berpikir, memutuskan dan berbuat menurut apa kata nafsunya bagaimana enak dan gampangnya saja. Padahal, untuk bisa selamat dan berhasil mengerjakan ujian itu harus melewati jalan dan pemikiran yang sulit dan berliku - liku.

Antara lain, masalah kecintaan dan ingatan kepada keluarga yang sering kali melupakan dari ingatan dan cinta kepada allah. Seperti yang kita bahas di atas, bahwa ternyata manusia lebih banyak mengingat lain-lain di muka bumi ini dari pada Allah sebagai pencipta. Segala barang barang dan makhluk yang ada di duia ini di pasang dan dipajang adalah jebakan dan ujian. Tapi manusia merebut dan mencintainya sampai melupakan Sang Kholiq sebagai pemilik, pencipta sekaligus penguji. Selama ini menusia kebanyakan tidak ada yang merasa dan mengira bahwa anak anak dan istri- istri yang dicintai itu sesungguhnya adalah musuh dan materi ujian. Musuh dalam pengertian sebagai salah satu faktor yang harus diwaspadai dan disikapi dengan hati-hati.

Sangat mungkin dan sewaktu-waktu anak, istri dan harta bisa menjadikan manusia lupa kepada Allah. Lupa kepada kewajiban sebagai hamba yang harus mengabdi kepada Tuhan, karena sibuk menuruti kemauan dan kebutuhan anak istri. Kalau sampai hal ini yang terjadi maka sesungguhnya manusia sudah terkuasai dan terkalahkan musuhnya. Ingat ayat di atas (Qs. At Taubah : 24). Ketika manusia lebih banyak ingatan dan cintanya kepada lain- lain termasuk bapak, anak , istri, saudara, keluarga, harta hasil usaha perdagangan yang dikhawatirkan kebangkrutannya, tempat tinggal yang disenangi dari pada Allah dan Rasul-Nya, maka itulah ciri orang fasiq.


Lalu siapa kini yang tidak terlibat fasiq. Sudah pasti sedikit sekali manusia yang tidak lebih mencintai anak istri dan lain dari pada Allah. Manusia tidak sadar bahwa sebenarnya dipasangnya rasa cinta dalam hati adalah godaan dan butir ujian. Yang harus dilalui dalam perjalanan dengan selalu meminta petunjuk kepada Allah. Jangan senantiasa diturutkan apa saja yang menjadi kutikan hati.

Artinya: Hai orang orang yang beriman sesungguhnya di antara istri-istri dan anak anakmu, ada yang menjadi musuhmu 1) karena itu berhati-hatilah teradap mereka. Namun jika kamu maafkan, kamu santuni, dan kamu ampuni kesalahan mereka, maka Allah Maha Pengampun dan Panyayang. - Sesungguhnya cinta terhadap harta dan anak anakmu adalah cobaan belaka. Padahal disisi Allah ada pahala yang lebih besar dari itu. (Qs. 64 : 14-15)

1.Maksudnya, sewaktu waktu anak dan istri seseorang, dapat menjerumuskannya untuk melakukan usaha haram, serta perbuatan perbuatan yang tidak dibenarkan agama demi sayang anak.

Setidaknya saat ini, banyak yang belum sadar bahwa tumbuhnya rasa cinta dalam hati manusia kepada anak dan harta adalah faktor uji yang harus diselesaikan manusia. Jadi rasa itu hendaknya jangan dianggap sebagai hal yang biasa. Terkadang kecintaan kepada anak dan harta menjadikan seseorang - secara wajar - melupakan tugas utamanya sebagai hamba Allah yang harus mengabdi kepada Allah. Tuntutan kebutuhan (nafsu) diri dan keluarga, membuat seseorang sulit mengeluarkan harta demi kebutuhan bangsa dan agama. Padahal sebenarnya kewajiban mensejahterakan anak dan keluarga yang terutama adalah kesejahteraan di akherat. Dan harta yang manusia miliki, semestinya dipergunakan untuk menunjang hal itu. Dengan jalan didermakan kepada sesama yang membutuhkan, tapi kenyataan manusia terbalik dari yang seharusnya.

Kecintaan manusia teramat sangat kepada anak istri, sementara hartanya dicurahkan sepenuhnya untuk mengikuti rasa cinta itu. Sekali waktu timbul keinginan bersedekah, tapi karena istri minta dibelikan cincin, kalung atau perabot mewah, seseorang mengurungkan niatnya. Di lain kesempatan tergugah hati seseorang untuk menyantuni kaum papa, tiba-tiba si anak minta dibeikan mobil atau kesenangan lain, urung pula niat baik tersebut. Atau justru ketika ada kebutuhan bangsa dan agama yang mendesak, namun kecintaan seseorang terhadap hartanya, membuatnya berat untuk melepaskan demi kebutuhan bangsa dan agama itu. Padahal sesungguhnya untuk kepentingan itulah Allah menitipkan harta benda kepada manusia.

Manusia merasa bahwa hartanya yang akan membahagiakan dan melanggengkan mereka. Walaupun kenyataan yang mereka alami membuktikan sebaliknya. Harta membuat manusai dikejar-kejar waktu dan kesibukan, yang hanya berbuah kelelahan dan upah makan. Sementara di akhirat tersiksa karena kelalaian dan lupa menyantuni Allah. Dan inilah yang akan menjadikan manusia bersama anak, keluarga dan hartanya menemukan dirinya di akhirat dalam kerugian, tenggelam dalam penyesalan. Seperti rambu rambu dari Allah berikut :

Artinya: Hai orang orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anakmu sampai melalaikanmu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, itulah orang orang yang rugi. (Qs. 63 : 9)

Kerugian itu baru akan mereka sadari saat berada di alam kubur dan hari akhirat. Kesadaran yang tidak ada gunanya, tidak ada pengaruhnya terhadap fonis siksa yang sudah menanti. Padahal saat di dunia mereka merasa hartanya merupakan sumber kebehagiaan dan jaminan keamanan dari kondisi apapun. Sehingga nafsu untuk mencari, menambah dan mengumpulkan harta sebanyak dan sebisa mungkin terus di lakukan. Manusia lupa bahwa sebentar lagi akan masuk kubur, manusia lupa bahwa hidup di sana juga butuh persiapan.

Baca Selengkapnya ....

Musuh Kita adalah Syetan


Sebagai ummat beragama yang di dalamnya terdapat ajaran untuk mengimani unsur hidup yang ghaib, kita diwanti-wanti supaya mewaspadai musuh abadi manusia, yakni syaitan. Dan ketika Adam diciptakan, yang kemudian menggeser derajatnya, syaitan bersumpah dan meminta izin kepada Allah untuk mempergunakan hidupnya sampai kiamat guna menjerumuskan manusia kepada kesesatan. Mereka bergerilya tanpa henti di dalam kalbu manusia dengan berbagai cara dan metode. Mereka membisik, menasehati (Qs. 7 : 17, 20, 21, 27; Qs. 58 : 19) serta menanamkan keyakinan-keyakinan palsu.

Kita diberi petunjuk bahwa musuh kita yang sesungguhnya adalah syaitan. Bukan manusia, bukan malaikat, bukan pula binatang, tetapi syaitan yang ghoib-lah musuh abadi manusia. Hal itu tertuang dalam firman Allah pada Qs. Az Zukhruf 6, silahkan dicermati.

Bahwa ada unsur ghoib yang senantiasa berusaha mempengaruhi jalan pikiran kita dengan cara membisik, menasehati dan selalu

mengintai. Bisikan dan nasehat itu disuarakan dalam hati manusia. Tempatnya yang berada dalam diri (hati) manusia, memungkinkan mereka untuk mengelabui manusia, sehingga tipu dayanya dirasakan manusia sebagai gerakan hatinya sendiri.

Karenanya kita harus belajar untuk merasakan keberadaan syaitan yang selalu mengintai kita. Syaitan selalu bergerilya dan mencoba terus menerus tanpa henti untuk menyetir jalan hidup manusia. Kita juga harus berjuang mati-matian untuk menempatkan syaitan sebagai musuh. Dalam benak kita, harus selalu terbentuk suasana perang, perang melawan anasir-anasir syaitan yang mengikuti peredaran darah. Sikap cengkiling terhadap segala kutikan hati, waspada dalam menerima keinginan kita. Kemudian mendeteksi gerakannya dan mengusirnya dari hati. Firman Allah :

اِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌ فَاتَّخِذُهُ عَدُوًّا اِنَّمَايَدْعُوْاحِزْبَهُ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحَابِ السَّعِيْرِ (فاطر : 6)

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. (Qs. Faathir ; 6)

Caranya, dengan selalu menyensor suara hati kita, keinginan-keinginan kita dengan ukuran syareat Allah yang ada dalam Al Quran dan Al Hadist. Setiap kali muncul keinginan dan reaksi terhadap segala isi kehidupan ini, terlebih dulu diseleksi ayat-ayat Allah. Kalau itu keinginan untuk melakukan atau memiliki, meraih sesuatu, direm dulu, kemudian saring. Tidakkah ini melanggar larangan Allah ? Sesuaikah dengan program dan aturan Allah. Kalau ternyata tidak sesuai berarti keinginan tersebut berasal dari syaitan. Cara yang sama juga terapkan bila muncul dalam hati kita perasaan benar sendiri, letupan ingin marah, menyimpan dendam, iri dengki yang semua jelas dari syaitan. Begitu pandainya syaitan sehingga mampu memutarbalikkan paham tentang musuh. Manusia yang seharusnya disayangi, oleh manusia dianggap musuh. Suara syaitan dalam hati yang diwaspadai sebagai suara musuh, justru dirasakan sebagai suara hatinya sendiri.

Kejadian manusia satu membenci manusia yang lain, anak kandung membunuh keluarganya, ibu kandungnya, suami memotong-motong tubuh istrinya adalah beberapa contoh betapa syaitan begitu mudah menguasai jalan pemikiran manusia. Sifat manusia asli tidak mungkin sampai terjadi hal yang demikian. Syaitan itu nyata adanya. Kalau mereka tidak nyata, tentu tidak akan ada pertengkaran, permusuhan, saling iri dan sifat-sifat jahat lainnya. Kalau syaitan tidak ada, sudah barangtentu kehidupan manusia ini sesuai fitrah, damai, tentram dan penuh kerukunan.


Kita patut berhati-hati terhadap ambisi yang bersifat duniawi seperti ingin kaya di dunia, ingin punya kedudukan tinggi, ingin dihormati, tidak mau diremehkan, yang kesemua itu melalaikan dari Allah dan kehidupan akhirat. Sangat mungkin kutika itu timbul dari jiwa yang telah dikuasai syaitan.

اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَاَنْ سهُمْ ذِكْرُاللهَ اُولـِكَ حِزْبَ الشَّيْطَانُ اَلآ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخسِرُوْنَ ( المجاد لة : 19)

Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

Jika satu pihak sudah dikuasai musuhnya, terpaksa semuanya diatur musuh. Pihak yang dikuasai tentu tidak berkutik terhadap kehendak musuh. Sekarang sudahkah kita merasakan bahwa syaitan itu musuh kita ? Bahwa syaitan itu nyata adanya meski ghoibnya wujudnya ? Jangan sampai menjadi manusia yang jiwanya sudah dikuasai syaitan tapi tidak merasa. Dan apa jadinya jika manusia tidak merasa punya musuh syaitan ?

Baca Selengkapnya ....

Menyadari Dosa Pribadimu

Seandainya kita mampu meneliti dan menelusuri secara cermat tingkah laku dan perbuatan kita selama hidup, kemudian dicocokkan dengan dasar dasar agama dengan sungguh-sunguh, kemungkinan besar kita akan mendapati diri dalam genangan dosa. Dosa-dosa tersebut bisa jadi timbul dari kesalahan berinteraksi. Itu nampak dari interaksi kepada sesamanya, kepada binatang, alam, maupun dosa kepada Allah (Tuhan Yang Maha Esa). Dengan cermin dan penelusuran ayat-ayat di atas misalnya, sudah bisa dilihat seberapa banyak dosa yang menumpuk di pundak manusia dalam setiap harinya. Saat duduk, berbaring, berjalan dan aktifitas apapun tidak ingat Allah merupakan dosa. Tidak mempedulikan kepentingan bangsa dan agama yang membutuhkan, termasuk dosa, dan bahkan tergolong manusia yang tidak memiliki kebenaran. Dalam setiap keluar masuknya nafas, manusia lalai mensyukuri nikmat yang diberikan Allah baik nikmat jasmani maupun nikmat rohani, juga merupakan dosa dan kedurhakaan yang diancam siksa.

Hal itu memberi kejelasan kepada kita bahwa setiap hari, setiap saat manusia tidak bisa terhindar dari dosa. Ini sebuah kewajaran dan sebuah keniscayaan, dalam kapasitasnya yang dloif. Harus ada proses penyadaran dan pertaubatan sebelum ajal menjemput, selama masih ada kesempatan taubat dan perbaikan. Sebab
jika mau meneliti dan mengakui secara jujur, sebenarnya kewajaran tersentuh dosa itu berlaku pula atas orang-orang terpandang senior agama, cendekiawan, konglomerat sampai kaum awam. Jangan hendaknya berpikir dan berprilaku seperti kebiasaan manusia sejak zaman Adam hingga masa sekarang yang tidak mau menyadari bila diri terlibat dosa dan sesat, karena merasa sudah baik dan benar. Sebab para Rasul terdahulu tidak malu mengakui dosa dan kehilafan dirinya. Antara lain pertaubatan Rasul Adam as, (rasul sekaligus bibit unggul manusia) yang secara terbuka menyadari dirinya dholim seperti dikisahkan dalam Al Quran :

قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (الاعراف : 23 )
Artinya: Keduanya berkata : Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Bila Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang orang yang merugi (Qs. 7 : 23).

Demikian pula Rasul Yunus as. yang menyesali dan meminta ampun kepada Allah atas kedhaliman dirinya dikarenakan tidak sabar dan meninggalkan ummatnya dalam keadaan marah. Penyesalan dan pengakuan dhalim itu diabadikan dalam Al Quran :

وَذَالنَّوْنِ اِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ تَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِى الظُّلُمَاتِ اَنْ لآَّ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ ( الانبياء : 87 )
Artinya: Lalu ingat pula kisah Dhunnun ketika ia pergi dengan mendongkol meninggalkan kaumnya. Dia mengira bahwa kami tiak mampu mempersulit keadaannya. Lalu dia mendoa dalam tiga rangkaian kegelapan bahwa : Tidak ada Tuhan selain Engkau : Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku terlibat orang dhalim. (Qs. 21 : 87)

Demikian pula pengakuan dhalim Rasul Musa as. (ulil azmi) disebabkan pukulannya yang mengakibatkan kematian seorang bangsa Mesir. Beliau merasa dosa dan dhalim karena memukul orang dengan nafsu marah dan membela kaumnya sendiri yang belum tentu berada di fihak yang benar. Namun karena termasuk jiwa yang maksum (terjaga) maka segera diingatkan Allah akan kesalahannya dan menyadari.
قَالَ رَبِّ اِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَغَفَرَلَهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمِ (القصص : 16 )
Artinya: Musa mendoa : Ya tuhanku ! bahwasannya aku telah berlaku aniaya terhadap diriku sendiri, karena itu ampunilah aku. Lalu Tuhan mengampuninya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dan Penyayang, (Qs.28 : 16)

Selanjutnya Rasul Muhammad saw. yang merupakan pendekar kebenaran sedunia, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setiap hari tidak kurang dari tujuh puluh kali sowan kepada Allah untuk meminta ampun. Para Rasul yang sedemikian tinggi derajatnya di sisi Allah, tidak malu mengakui dirinya berdosa, dhalim dan khilaf. Mereka merupakan contoh dan teladan bagi ummatnya sampai akhir zaman nanti. Namun anehnya umat sekarang tidak ada yang merasa berdosa dalam setiap harinya. Apalagi yang terpandang alim dan tokoh agama, lebih sukar baginya untuk menyadari adanya dosa dalam dirinya. Karena tidak merasa berdosa, sehingga kehendak hati untuk meminta ampun juga tidak ada. Padahal Allah menyeru kepada hamba-Nya agar berlomba dan bersegera dalam mencari dan mendapatkan ampunan dari Allah (Lihat Qs. Ali Imran : 133). Hal ini disebabkan Allah Maha Mengetahui bahwa dengan bertambahnya dosa manusia tiap saat, jika tidak di taubati dengan segera dan cepat cepat, dikhawatirkan akan tersusul (didahului) kematian yang datang dengan tiba tiba.

Kalau para Rasul saja tidak malu menyadari bila tersentuh dosa dan dhalim, lalu mengapa umat sekarang congkak dan selalu merasa baik ?. Mungkinkah perilaku dan kondisi umat dan para ulama, tokoh agama, cendekiawan sekarang lebih baik dan lebih suci dari para Nabi-Rasul itu ? Sebaliknya, ummat yang demikian adalah umat yang dibiarkan Allah. Sedangkan para Rasul itu selalu mendapatkan penjagaan dari Allah (ma’sum). Sehingga begitu tersentuh dosa langsung diperingatkan, tidak sampai berlarut-larut dalam kesalahan.

Untuk itu mari meninggalkan ego dan sikap gila hormat serta segera meneliti dosa dan kedhaliman diri, menyadari kemudian menaubatinya, sebelum ajal menjemput. Sebab demikian itulah ciri manusia dewasa dan beriman, menyadari dosa sebelum datangnya pati. Jangan sampai bernasib seperti orang bodoh, kaum kafir yang menyadari dosa setelah ajal menjemput, setelah berada di alam kubur. Karena tidak ada gunanya kecuali vonis siksa.
sumber : pesan dari fb aku

Baca Selengkapnya ....

Arti Persahabatan

Siapa yang belum mempunyai seorang sahabat? Saya yakin pasti kamu sudah punya sahabat yang menurutmu baik untukmu. Entah itu teman sebangku,teman sejawat,om,tante,pak dhe,budhe semuanya bisa menjadi sahabatmu. Bagi saya sahabat sangat berarti. Betapa tidak, jika kita membutuhkan seseorang siapa pilihan ketiga setelah Allah SWT dan ortu kita,pastinya adalah sahabat kita sendiri.

Bisa mengisi suasana hati kata yang sedang sedih,memberi kita semangat belajar,memberi banyak pengetahuan yangkita belummengetahuinya. Masih banyak lagi arti sahabat bagi tiap orang. Saya beruntung sekali bisa mendapatkan seseorang yang menjadi sahabat saya. Sebut saja **m**, bagi saya diayangada saat aku sekolah,menaseihatiku disaat aku salah,memberikan pengetahuannya kepadaku,membuatku mempelajari makna-makna dari kehidupan ini.
Banyak hal-hal lucu bersama sahabat-sahabat Auriga semala sekula di MAN 3 Kediri.
Seperti lomba kepenyiaran,lomba mading,lomba blog,lomba magang,buber bareng di bulan Ramadhan.
Sungguh kenangan yang sulit terlupa.

Baca Selengkapnya ....

Providing Goods in Love


Is a true human characteristics and humans are guided is courageous and able to give a loved goods. Not quite limited recognition and pledges on the lips that he was good and right. Not enough with ritual worship. More than that must be proved by the willingness and courage to give up something he loves to others. Sacrificed for the orphans, the poor, travelers and beggars. Countless poor and orphans and abandoned beggar around us. Thus the fact there are many opportunities that we can make way to the real truth. Yet few of us who are willing and able to take these opportunities. It is possible it happened, because of ignorance (uncertainty) they will reward that will come heaven.

"It is not one of those virtues confront face to the east and west, but who belonged to virtue is, faith in Allah, the Hereafter, angels, books, prophets, fortune assistance to relatives who loved children orphans, the poor, the displaced people on the road, begging, and the freed slave. Doing prayers, practice regular charity, keep a promise he had done, patient suffering from poverty and misery, especially when a war. That the people who really beliefs , and that's precisely the people who taqwa to Allah.


"You shall not come to the perfect service before you spend most of that which ye love. And whatever ye spend, Allah knows'." (In Alquran 3: 92)

Standard of virtue for many people to understand, often confined to the vertical worship. Prayer, fasting, pilgrimage is considered enough to reach heaven. And the new business is one of the steps to the good. Verse provides limits, that do not belong to the right people, so spend a beloved treasure. Generally, if someone gives something to others taken from the items already afkir, unused or not needed. Was to achieve degrees in Allah, a person must be able to subdue his heart ready to give his beloved stuff, the best for him to others in need. By that standard, we need not ashamed to admit that among us is very rare person able to implement it. Except the people who get direct guidance and strength from God.

"And Allah bertaqwalah all abilities; listen and obey and spend a good fortune for you. And whosoever is maintained by her stinginess 1). That they are lucky". ( In Alquran 64: 16)

1. That is, who can scrape out a miserly character in him.

Willingness and sincerity of property for the nation and religion, based on a sense of taqwa and love of God. Full capacity in the above verse implies to the maximum extent possible to help the poor, even to give a loved one. When we have been able to break down the door to hand over the heart mind a beloved items, it gradually miserly qualities will erode. This is one of the benefits of giving orders cherished items to others. On a different dimension, the ability to also generate sincerity in charity. There is no other intentions and expectations except Ridlo God. They feel that what they spend it they will get closer to Allah and gain blessing apostles. In line with that found in Surat. ( In Alquran 9: 99)

Thousands of displaced children for life by various socio-economic. Among them were scattered into beggars and vagabonds. There were also scattered in the streets as buskers and hawkers. Partly accommodated in orphanages. They all need a helping of love and attention. Therefore, if the prayers and worship of this congregation to the Lord, certainly did not sleep well and eat well in their stately homes. Wrath of God is very much against people who claim God's servants, but deaf to cries of poor people. For crying moans of the poor, in fact, is "a cry of God". Our courage to love who we love others as ourselves, is one measure of faith. Anas ra. that the Prophet. said:
"Not one of you believe that love his brother (fellow human beings) like what is loved for himself". (Muttafaq alaih)

That means there is no faith in our hearts before we can love ourselves like we love ourselves. Our faith is still doubtful if it turns out the only daily personal needs and the priority we think, are the needs of orphans, the needy, religious struggle does not occur.

Let us realize fully that the property belonged to God, so that any time the Owner through religion and the nation needs, not a speck of keberatanpun submit it again. Includes not hesitate to give food that is loved and sympathize orphans, destitute, displaced persons and ardzalun group of other people. They will get the blessing of the Apostles it. Because we know that the love of the poor is morality and the Sunnah of the Prophet.

"And they give food to the people who loved the poor, orphans and children prisoners. (In Alquran 76: 8)

Not difficult for us to find them, anywhere, anytime, if there is intention to charity. Even up to our property habispun, guaranteed there are still many poor people who need disantuni. But, many of our brothers who claim to believe in religion and a blind eye to the suffering of the people and was busy with personal affairs respectively. Then how about us sudahkah we implement these orders? When presented in front of us a delicious meal, we remember the orphans, the needy and other difficult people?
Source : my message from facebook

Baca Selengkapnya ....

The End of Second Nature as a Whole Sadness

That morning, though the sky had begun to
yellow, desert reluctant burung2 flaps its wings.
That morning, the Messenger with Voice is limited to
sermon, "O my ummah, we are all in
power of God and His love. So stick to them and
bertaqwalah Him.

Leave to the two things to you;
Al-Quran and My Sunnah (Muhammad SAW).

He who loves
My Sunnah (Muhammad SAW), means to love me and who later Oran
who loves me, will enter into heaven
same with me. "


Short sermon ends with
Messenger eyes calm and full of interest
looked at his friend one by one.
Abu Bakr's eyes with tears,

'Umar chest heaving breath and crying. Utsman
breath and Ali dropped
head deeply. Signal has arrived,
the time has come.
"Rasullullah will leave us all," complained the hearts of all dear friends that time .Human time,
almost finished fulfill its mission in the world. The signs were the stronger, when Ali and the energetic catch Fadhal
Prophet is in a state of weak and shaky when
down from the pulpit.

At that time, if able, the entire
friends who were present there would be held
the seconds that pass. The sun was so high, but
Prophet's door still closed.

Are inside, the Prophet was lying weakly with
sweaty forehead and moistened palm midrib
which became the base bed.

Suddenly, from outside the door was a man who shouted greetings. "May I come in?"
he asked. But Fatimah did not let him enter,
"Forgive, my father had a fever." Fatimah said that
turned around and closed the door.

Then he returned with his father who was
had opened his eyes and asked Fatimah,
"Who is it, O my son?" "I do not know my father,
people just seem to see it once. "said
Fatima soft.

Then, Rasulullah looked at his daughter's
with a thrilling sight. As if
a portion for his son's portion to
remembered.

"You know, he who abolished
temporary pleasure, he who separates the
in the world. He is malakul death. "Messenger said.
Fatimah was holding blow up crying.

Angel of death came over, but the Messenger of Allah asked why Jibril did not come together with him. then
Gabriel call previously been prepared ready
in the sky to welcome the spirit world and the beloved of Allah
the prince of this world.

"Gabriel, explain what would my rights before God?"
Asked the Prophet with a very weak voice. "
The doors of heaven have been opened, the angels have
waiting for your soul.

All of heaven open wide waiting for you. "Jibril said. But that did not make the Messenger of relief, his eyes still full of anxiety." You're not happy to hear
this? "Jinril asked again.

"Khabarkan to me how
the future fate of my people? "" Do not panic, O
Messenger, I have heard Allah says
me: "ku haramkan heaven for whom only,
unless the people of Muhammad had been in it, "said
Gabriel.

Seconds closer, it's time to Azrael
task. Messenger spirit slowly withdrawn. Visible throughout
Prophet's body covered with sweat, his neck veins
tightened.

"Jibril, how pain breathe this death."
Rasulullah uttered a groan slowly. Fatimah closed, Ali
that beside down deeper and Gabriel
memalingkn face.

"Jijikkah you see me, until you
palingkn face Gabriel? "Ask Allah to
Introduction to angel's revelation. "Who is able,
see death snatched away the beloved of Allah, "said Gabriel.
A moment later, heard the Messenger cried out,

kerana intolerable pain again. "O God,
nian of this terrible death, inflicting it all seksa death
This to me, not to my people. "

Body Prophet started cold, feet and chest is not moving anymore. Her lips trembled as if to whisper
something, Ali immediately put his ear. "
Uushiikum bus shalati, wa maa malakat aimanukum "--
"Keep praying, and save weak people
of you. "

Outside the door there were cries shouted,
cuddling each other friends. Fatimah closed hand
Ali returned diwajahnya and put his ear to the
Messenger lips which became bluish. "Ummatii,
ummatii, ummatii "-" my people, my people, my people ".

And ended the life of a noble human being who
giving light of it.

Source: Mailing List

@ Admin ...
Now, Could we love like?
To love with all my soul to continue their struggle, following the Sunnah, imitating the pattern of his life is very, very simple reply when he was rich.

He guaranteed his salvation by God is so great, when facing death, then we bagmn kita.Apa efforts slanjutnya? Let's help each other to strengthen themselves, strengthen the people of true-to line harapa prophet.

Allahumma sholi 'ala Muhammad wa wa salim baarik' alaihim ..
how his love of Allah to us. Submit
to the friends of other Muslims to come
awareness for the love of God and the Apostles, such as
God loves us and Apostles. Because,
other than the fact that only a mere mortal ....
Source:http://www.facebook.com/home.php?#!/?page=1&sk=messages&tid=1216250567393

Baca Selengkapnya ....

Inside Of Al Quran

Al-Quran is the holy book of Islamic religion for all Muslims around the world from the beginning down to the final time in the world of the human species either on earth or in space due to large end.

In the letters and verses of the Qur'an content contained in general we can share a few basic things or something and its meaning or definition of the meaning of each content essence, is as follows:

1. Aqidah / Perfume
Aqidah is the science which teaches people about the trust must be owned by every person in the world. The Qur'an teaches us the creed of monotheism to instill confidence in the Almighty God that one who never slept and did not reproduce. Believe in God Almighty is one point of the first pillars of faith. People who do not believe the pillars of faith called infidels.

2. Worship
Worship is obedience, submission, join, or according to terms of language. From the notion of "jurists" are all forms of religious observance, or run to get ridho dkerjakan from Allah SWT. Form the basis of worship in Islam ie religion as stated in the five-point rukum Islam. Saying two kalimah creed, praying five times a day, pay zakat, fasting in the holy month of ramadan and worship went for Hajj has been able to run it.


3. Akhlaq / Morals
Morals are owned by the behavior of human beings, whether moral or akhlakul admirable and despicable Karimah or akhlakul madzmumah. Allah sent Prophet Muhammad Koran is not other than is to improve morality. Every man must follow what is instructed and away from its ban.

4. Laws
Existing law in the Qur'an is to provide a messenger or a command to believers to try and give legal sentencing on fellow human beings who proved guilty. Law in Islam based on the Quran there are several types or kinds like jinayat, mu'amalat, munakahat, faraidh and jihad.

5. Warning Tadzkir
Tadzkir or warning is something that gives a warning to mankind of the threat of punishment of Allah or waa'id hell. Tadzkir can also be good news for people who believe in Him in return for a favor or waa'ad jannah paradise. In addition there is also a pleasant picture in the Qur'an or called reverse targhib and frightening gambarang other terms Tarhib.

6. History-History or Story-Story
History or story is a story about people who get the best previous result of abiding glory to God and there is also a result of corruption or disbelieve disobedient to Allah SWT. In conducting everyday life we should take a lesson well from past history or with other terms ikibar.

7. Encouragement To Think
In the al-qur'an many verses that reviewing a discussion that requires thinking Man to get the benefits and also prove the truth, especially about the universe.

Source: http://www.facebook.com/home.php?#!/?page=2&sk=messages&tid=1122726287280

Baca Selengkapnya ....

Yu Gi Oh


Yugi Oh. Saya sangat tertarik dengan game yang satu ini yang menceritakan perjuangan pharaor untuk mengembalikan ingatannya yang hilang, Banyak sekali rintangan yang harus dihadapinya unruk menperoleh ingatannya kembali.Game ini intinya adalah mengasah ketelitian strategi kita bagaimana cara kita mengalahkan lawan dengan berbaagi monster, dan juga ditambah dengan kartu-kartu pembantu seperti Trap Card ataupun Magic Card.


Sangat bagus kawan, melihat kegigihan seorang pharaoh(raja mesir kuno)untuk mendapatkan ingatannya kembali. Dibantu oleh rekan-rekannya Joy, dan Kaiba, Yugi(yang asli)telah menjadi tumbal bagi musuh terbesarnya. Kegigihan untuk menyelamatkannya pun dilakukan Pharaoh mengingat Ia adalah dirinya dimasa lalu.
Pemikiran strategi yang matang adalah kunci dari permainan ini. Selamat mencoba kawan.

Baca Selengkapnya ....

Ungkap: Lebah Madu



Almost everyone knows that honey is an important food source for the human body, but very few people who realize the properties of exceptional penghasilnya, namely honey bees.

"Make the nests in the hills, on trees, and in places where human artificial," and then eat of every (kind) of fruit and follow the path of your Lord who has made easy (for you). From inside them comes a drink (honey) of varying colors, containing healing for mankind. Verily in this is really a sign (the greatness of God) for those who think. "


As we know, the source of bee food is nectar, which is not found in the winter. Hence, bees mix the nectar they gather in the summer with a special fluid that issued their bodies. This mixture produces a new nutritious substances, namely co-and save it for next winter.

It is interesting to noted that the bees store honey so much more than they actually need. The first question that comes to mind is: why the bees do not stop this overproduction, which seems a waste of time and energy? The answer to this question is hidden in the word "revelation" that has been given to the bees, as mentioned in this paragraph.

Bees produce honey not for themselves, but also for humans. Like other creatures in nature, bees are also dedicated himself to serve mankind; the same as the egg-laying chickens at least an every day despite not need it and cows that produce milk far exceeds the needs of her children.
Source: http://www.menyingkaprahasiaalamsemesta.com/2.1.htm #

Baca Selengkapnya ....

Setan: Tanam Aset Putus Asa


Setan selalu berhasrat untuk menanamkan perasaan tidak aman, putus asa akan masa depan dan pandangan pesimis terhadap peristiwa dalam diri orang-orang yang dianggap sebagai teman oleh setan. Dia tidak ingin manusia memiliki keyakinan, taat kepada Allah, menyerahkan diri kepada takdir atau menjadi manusia yang mempercayakan semuanya kepada Allah dan menjadi manusia yang optimis dan dipenuhi semangat. Karena semua itu merupakan hal-hal yang disukai Allah dan membuat manusia lebih dekat pada-Nya, dan itulah yang penting bila seseorang hidup dengan nilai-nilai moral agama. Setan tidak menginginkan manusia lebih dekat dengan Allah atau hidup dengan agama Allah secara antusias dan mengikuti aturan yang ditetapkan Allah. Oleh karena itu, setan selalu berusaha menanamkan perasaan lelah, pesimis, dan putus asa dalam diri manusia dengan menguatkan rasa keputusasaan

Salah satu hal yang diinginkan Setan agar orang-orang yang beriman mau melakukan, tetapi tidak dapat dilakukan oleh Setan adalah membuat mereka jatuh dalam keputusasaan dalam menghadapi keadaan yang tidak diinginkan. Setan tidak berdaya menghadapi orang-orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah dan tidak dapat menjerumuskan mereka pada keputusasaan ini. Optimisme adalah perintah Allah yang secara jelas diungkapkan dalam Al Quran. Sehingga tidak ada keraguan bagi orang-orang yang beriman berperilaku dengan cara lain berkenaan masalah tersebut. Karena dalam ayat tersebut, Allah mengatakan pada orang-orang yang beriman, “…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Surat Yusuf, ayat 87) Oleh karena itu, orang-orang yang beriman dapat menghindari terjerumus ke dalam pikiran seperti itu.

Pesimis juga dikutuk di beberapa ayat dalam Al Quran dan digambarkan sebagai ciri-ciri negatif pendusta. Kita diberitahu dalam ayat tersebut bahwa:

Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: "Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya". Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras. (Surat Fussilat, ayat 49-50)

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih. (Surat Al-Ankabut, ayat 23)

Orang-orang yang jatuh ke dalam keputusasaan dan kedurhakaan telah jatuh ke dalam perangkap setan dan mematuhi perintahnya. Tetapi orang-orang yang beriman, yang senantiasa optimis dan memandang masa depan penuh harapan akan mendapatkan persetujuan dan pahala dari Allah di akhirat kelak, serta hidup sehat dan bahagia di dunia sebagai rahmat dari Allah. Karena mereka optimis dalam semua keadaan, berpegang teguh pada Al Quran dan merupakan teman dekat Allah, setan tidak akan mampu menipu mereka dan menimbulkan rasa putus asa kepada mereka. Karena ini merupakan masalah penting yang membangun esensi nilai moral agama, orang-orang yang beriman sangat berhati-hati berkenaan dengan ini, sebagaimana dalam semua masalah yang berkenaan dengan Al Quran lainnya.

Aspek lain yang menjadi subjek adalah bahwa setan yang segan terhadap siapa saja yang hidup dengan agama Allah, selalu menginginkan manusia untuk melakukan gaya hidup tidak beragama, di mana model pesimisme merupakan salah satu komponennya. Begitu banyaknya sehingga dalam beberapa lingkungan masyarakat, pesimisme benar-benar menjadi filosofi kehidupan. Manusia yang dipengaruhi setan mengekspresikan rasa pesimis dalam lagu, film dan tulisan yang berisi pesimisme dan keputusasaan.

Kini pesimisme tidak sesuai dengan nalar manusia, pikiran logis, dan kekuatan untuk mengambil keputusan yang sehat. Pesimisme merusak kesehatan mental dan fisik dan merupakan kekacauan psikologis yang bahkan bisa mengarah pada bunuh diri, tergantung pada keparahan rasa pesimis yang diderita. Tentu saja, setan tidak dapat mengharapkan manusia hidup menurut nilai-nilai moral Al Quran. Dan ini benar-benar sesuai dengan tujuan setan. Karena dengan cara ini dia memimpin orang-orang yang tersesat dari nilai-nilai moral agama sedemikian rupa sehingga mereka tidak punya harapan akan Akhirat, dan mengutuk mereka dalam penderitaan kekal bersamanya. Hal ini telah menjadi tujuan terbesar setan perjalanan kehidupan manusia.

Seseorang yang berputus asa juga menyebarkan pesimisme dan perasaan negative ke orang-orang di sekelilingnya. Dengan sikap ini, secara harfiah, dia bertindak sebagai pembantu setan. Karena, melalui dirinya setan lebih giat menanamkan pikiran semacam itu kepada manusia. Dengan mengadopsi sikap seperti itu, seseorang, secara sukarela atau tidak, telah membantu melayani setan. Namun manusia diciptakan untuk melayani Allah dan agama-Nya, bukan setan.
Sumber: http://us2.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/21323/SETAN_SELALU_BERKEINGINAN_MENANAMKAN_KEPUTUSASAAN_DI_DALAM_DIRI_MANUSIA

Baca Selengkapnya ....

My Name Is Khan


Rizwan Khan, seorang Muslim dari bagian Borivali Mumbai, menderita dari Asperger's syndrome, bentuk autisme berfungsi tinggi yang mempersulit sosialisasi. Rizwan dewasa kawin dengan seorang Hindu ibu tunggal, Mandira, di San Francisco. Setelah 9 / 11, Rizwan yang ditahan oleh pihak berwenang di LAX yang keliru dengan cacat perilaku yang mencurigakan. Setelah penangkapannya, ia bertemu dengan Radha, seorang terapis yang membantunya mengatasi situasi dan penderitaan. Rizwan kemudian mulai perjalanan untuk bertemu Presiden AS Obama untuk membersihkan namanya. Ditulis oleh Auntie A

Rizwan Khan (Tanay Chheda) adalah anak Muslim yang tumbuh dengan saudaranya Zakir dan ibunya (Zarina Wahab) dalam sebuah keluarga kelas menengah di bagian Borivali Mumbai. Rizwan berbeda dari anak-anak lain dan tak seorang pun, termasuk ibunya, dapat memahami mengapa. Namun, ia memiliki karunia tertentu, khususnya kemampuan khusus apapun untuk memperbaiki mesin yang rusak. Perbedaan-Nya mengarah kepada pengajaran khusus dari seorang penyendiri sarjana dan perhatian ekstra dari ibunya. Perhatian ini, bagaimanapun, mengarah ke tingkat tinggi kecemburuan dari saudaranya Zakir, yang akhirnya meninggalkan keluarganya untuk hidup di Amerika Serikat.

Meskipun kebencian ini, sebagai orang dewasa Zakir (Jimmy Shergill) sponsor Rizwan (Shahrukh Khan) untuk datang dan tinggal bersamanya di San Fransisco. Ini adalah saat ini bahwa Zakir's psikolog istri, Haseena (Sonya Jehan) Rizwan diagnosa sebagai memiliki Asperger's syndrome, gangguan yang membuatnya sulit bagi orang untuk berinteraksi sosial. Rizwan juga mulai bekerja untuk Zakir sebagai penjual jamu dan dalam proses ia bertemu seorang perempuan Hindu, Mandira dan putranya yang masih muda, Sameer atau Sam (Yuvaan Makaar), dari pernikahan sebelumnya. Meskipun Zakir's permusuhan terhadap pertandingan, mereka menikah dan menetap di kota fiksi Banville, di mana kedua Mandira dan Samir mengambil Rizwan nama terakhir sebagai milik mereka. Mereka juga hidup di sebelah keluarga Garrick. Sam dekat dengan anak muda mereka, Reese (Kenton Tugas Pokok dan Michael Arnold) sedangkan Markus (Dominic Renda) adalah seorang wartawan dan Sarah (Katie A. Keane) adalah teman Mandira.

The Khan 'eksistensi sempurna akan terganggu Namun, setelah serangan 11 September di menara kembar di New York City. Mark pergi untuk meliput perang di Afghanistan dan meninggal di sana. Pada saat yang sama, keluarga Khan mulai mengalami prasangka 9-11 posting dalam komunitas mereka dan Reese mulai berbalik melawan Sam juga. Suatu siang, sebuah pertengkaran antara mereka berubah menjadi sekolah termotivasi ras pertarungan antara Sam dan sejumlah siswa yang lebih tua. Reese mencoba untuk menghentikan perkelahian namun diselenggarakan kembali dan Sam terluka begitu parah sehingga ia mati. Sebuah hancur Mandira Rizvan menyalahkan atas kematiannya yang menyatakan bahwa Sam "mati hanya karena namanya adalah Khan." Dia kemudian menceritakan Rizwan bahwa ia tidak lagi ingin dia dalam hidupnya. Ketika dia bertanya padanya apa yang dia harus lakukan untuk menjadi bagian dari hidupnya, ia mengatakan bahwa ia harus memberitahu orang-orang di Amerika Serikat, dan Presiden yang namanya Khan dan bahwa ia bukanlah seorang teroris.

Rizvan dengan demikian menetapkan suatu perjalanan yang membawanya dari satu negara bagian AS lain (termasuk Georgia, di mana dia berteman dengan Mama Jenny) untuk pertama kali bertemu dengan Presiden George W. Bush dan kemudian Barack Obama. Selama perjalanan ini, ia ditahan dan kemudian dibebaskan dari Bandara San Francisco. Kemudian, di Los Angeles, ia berdoa di Masjid dan kekerasan sengaja mendengar retorika dari Faisal Rahman (Arif Zakaria). Dia melaporkan hal ini kepada FBI, namun tidak ada respon pada saat itu. Kemudian, ketika menunggu di tengah orang banyak untuk bertemu dengan Presiden Bush dan mengulangi lagi dan lagi, "nama saya Khan dan aku bukan seorang teroris," Rizwan ditangkap dan ditempatkan dalam penjara oleh polisi yang salah menafsirkan pernyataannya.

Sementara dalam penjara ia disiksa sebagai tersangka teroris dan memenuhi psikiater Radha (Sheetal Menon) yang percaya bahwa dia tidak bersalah. Dia kemudian dibebaskan setelah kampanye media oleh dua mahasiswa India wartawan Raj (Arjun Mathur) dan Komal (Sugandha Garg) dan Bobby Ahuja (Parvin Dabas) membuktikan dia tidak bersalah oleh upayanya untuk menggali informasi FBI tentang Faisal Rahman. Setelah dibebaskan, ia kembali ke badai-menghantam Georgia untuk membantu Mama Jenny dan putranya. Usahanya menarik perhatian media dan banyak Muslim datang untuk membantu juga. Pada saat yang sama, Reese mengaku Mandira dan mengungkapkan identitas anak laki-laki yang memukuli Sam. Dia memberitahu Detektif Garcia (Benny Nieves) yang telah membantu dirinya dalam kasus ini.

Setelah mereka dibawa ke pengadilan, dia bergabung Rizwan di Georgia. Pada saat dia tiba, Rizwan adalah ditikam oleh seorang pengikut Faisal Rahman dan dilarikan ke rumah sakit. Dengan bantuan Mandira, ia selamat dan bertemu Presiden terpilih Barack Obama (Christopher B. Duncan) yang mengatakan kepadanya: "Namamu Khan dan Anda bukan teroris."
Contribute a better translation
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/My_Name_Is_Khan

Baca Selengkapnya ....

Ilmu yang Terlupa?

Faraid. Sebuah ilmu yang sedikit masyarakat yang mengenalnya. Terdapat rukun-rukun faraid, pembagian harta yang rumit, bagian-bagiannya harta, banyak bahasa yang dipakai dan yang lebih memprihatinkan lagi jarang orang mengetahhui makna dan fungsinya, padahal itu sangat penting bagi kita umat islam. Ilmu yang mempelajari tentang perhitungan dan tata cara pembagian harta warisan untuk setiap ahli waris berdasarkan syariat Islam dan itulah lmu faraid. Mungkin, Anda sendiri belum mengetahui apa itu faraid. Sulit dipercaya, orang-orang dizaman ini banyak yang menggunakan sistem bagi rata dalam pembagian harta warisan mereka.

Padahal Rasulullah pernah bersabda, "Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah kepada orang-orang, karena aku adalah orang yang akan direnggut (wafat), sedang ilmu itu akan diangkat dan fitnah akan tampak, sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan, mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup meleraikan (menyelesaikan perselisihan pembagian hak waris) mereka." (HR Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim). Sekarang mari kita berpikir kembali. Kita adalah umat islam. Dan apa itu islam? Bahwa kita bersaksi bahwa Allah SWT adalah Tuhan kita dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT. Jika kita adalah orang yang ingin mengikuti jejak Rasulullah maka alangkah baiknya kita mengamalkan sunnah-sunnahnya, dan salah satunya adalah ilmu faraid ini.

Baca Selengkapnya ....

The Best Moon

Ramadhan, bulan yang disucikan dan penuh akan berkah daidalanya. Rasa bahagia dan gembira untuk menyambutnya, itu pun bagi orang yang tahu. Untung aja, Allah menjanjikan siapa saja yang melewati Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya akan dijamin menjadi orang yang selamat dunia akhirat, nah kalo tidak??
Aman ya jika kita pake perhiasan dari berlian?? (e, malah dipercaya bawa keberuntungan) Juga pakaian serba mewahnya menggantung di badan?? Mau ditaruh dimana otak kita. Emang ada ya, umat islam yang mati pake pakaian mewah?? Cuma beberapa meter kain putih saja yang bakal mwereka bawa nanti saat menjelang mati, sajalah.

Umpamannya ni, aggap sajalah kita ini menjelma sebagai ulat bulu, yang menjijikan. Berevolusi menjadi kupu-kupu yang sangat indah. Nabi besar kita saja dapat kitab suci di bulan ini. Terus, peperangan umat Islam juga dimenangkan dalam bulan ini. Manusia emang udah diberi akal sih, tapi kok ga ngerasa bodoh dan rugi ya kalo ngelewatin bulan ini.
Emang 10 hari terakhir kita dianjurkan i’tikaf, mendekatkan diri kepada Sang Khaliq. Kenyataannya?? Bukan berkumandang takbir di masjid2-masjid malah sibuk ke pasar, beli baju buat lebaran, sibuk nyiapin makanan lagi. Beginikah seharusnya umat Islam itu??

Baca Selengkapnya ....